oleh

Bupati Minta Pewarta Profesional

MURATARA – Bupati Muratara, H Syarif Hidayat meminta media bisa mengedepankan sikap profesionalisme dalam melakukan peliputan. Kondisi itu, disampaikan secara langsung, dalam sambutan orientasi PWI Muratara. Selasa (3/3) sekitar pukul 10.30 WIB, ruang bina Praja lantai II, kompleks kantor Bupati Muratara.

“Saya sangat berterima kasih, dengan keberadaan rekan-rekan jurnalistik di Muratara. Dengan adanya media di Muratara, wilayah kami bisa di kenal orang. Saya harap rekan-rekan media, Jadilah wartawan Profesional, dan jangan buat berita hoax” katanya.

Bupati juga meminta pewarta di Muratara, agar menggunakan bahasa yang edukatif dalam setiap penerbitan pemberitaan. Sehingga berita yang di muat, tidak menimbulkan respons negatif dari masyarakat.

“Beritakan yang sebenarnya dan apa adanya, Pemda tidak anti Kritik. Bupati, Wabub, Sekda semua welcome. Karena berita itu akan dibaca secara luas, kami minta jangan digunakan bahasa provokasi, tapi gunakanlah bahasa yang edukatif,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, peranan media sangat penting bagi Kabupaten Muratara. Karena hasil dan pencapaian pembangunan di Muratara, tidak akan ada yang tahu jika tidak di indonesian oleh media.

“Kami sangat mendukung peranan media di Muratara, media mitra kita semua. Tapi ada juga yang buat berita negatif dengan bahasa probokatif, seperti pemberitaan jalan di Ulu Rawas, ada judul berita awas ada jebakan di Ulu Rawas,” ucapnya.

Menurutnya penggunaan bahasa awas ada jebakan itu menyudutkan pemerintah daerah dan seolah olah Pemda yang membuat jebakan. “saya sudah puluhan kali lewat Ulu Rawas dan tidak ada jebakan seperti itu. Kalau ada kerusakan beritakan apa adanya, kalau kami salah ya di katakan salah,”pintanya.

Sementara itu, ketua PWI Sumsel Firdaus Komar, dalam sambutan menuturkan, pelaksanaan orientasi anggota PWI ini dilaksanakan untuk meningkatkan ststus sekaligus merekrut anggota PWI yang baru bergabung.

Menurutnya, tidak ada pendidikan khusus yang menjadikan profesi wartawan, sehingga dibutuhkan parameter yang jelas untuk mengukur kompetensi jurnalis. “Orientasi ini salah satunya, jika mereka benar mau menjadi wartawan harus ikuti regulasi yang ada, orientasi dan UKW. Jika sudah UKW ada sertifikasinya,” tutupnya.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya