oleh

Bupati Muratara Ultimatum Kontraktor ‘Nakal’

SUMEKS.CO, MURATARA – Bupati Muratara H Devi Suhartoni memberikan ultimatum kepada kontraktor ‘nakal’ bergaya preman. Dirinya juga mengancam akan melakukan blacklist dan menyeret hingga ke Aparat Penegak Hukum (APH).

Sudah menjadi agenda tahunan, setiap kali lelang proyek pengadaan barang dan jasa di Pemda Muratara selalu terjadi kegaduhan. Insident cekcok mulut, intimidasi, saling ancam, sampai perkelahian terhadap sesama kontraktor sering terjadi di wilayah ini.

Menyikapi persoalan itu Bupati H Devi Suhartoni langsung melakukan pengawasan ULP. Dia meminta pihak rekanan atau kontraktor, untuk bersikap profesional, dan mencari riszki sesuai aturan.

Bukan sebaliknya, dengan sistem premanisme, cegat sana, cegat sini, ancam sana, ancam sini, seperti yang terjadi selama ini. Teror semacam itu menurutnya, sangat merendahkan martabat Pemerintah.

“Ribut mau menang tender dengan cara memaksa adalah ketidak sopanan dan merusak daerah,” ujarnya.

Dia menegaskan tidak ada uang muka bagi yang mau ikut lelang pengadaan pemerintah. Jika pengerjaan tidak berkwalitas, di masanya menjabat pengerjaan proyek itu tidak akan mereka terima. “Kami meminta BPK untuk mengecek serta minta dikembalikan uang negara, jika ada yang merugikan,” ucap Bupati.

Jika masih ada rekanan yang mengggunakan sitem premanisme dan melakukan teror pengancaman. Maka Pemerintah Daerah akan memberlakukan sikap tegas, dengan menyeret oknum tersebut ke proses hukum.

“Saya tidak akan membiarkan kantor Pemda diacak oleh siapapun, apa lagi orang mau bisnis dengan Pemda tapi merendahkan martabat Kabupaten. Saya tidak akan membiarkan anak buah saya dari tukang sapu sampai siapa pun direndahkan para pencari proyek dan premannya,” tutupnya.

Di lain tempat, HF salah satu rekanan Pemerintah Daerah mengungkapkan, adanya ke gagalan sistem yang diterapkan pemerintah sebelumnya. Sehingga mengakibatkan, kebiasaan yang negatif terkait lelang proyek.

Menurutnya, sudah bukan hal tabuh jika adanya sejumlah rumor pengaturan tertentu, sehingga proyek dimenangkan oknum tertentu. “Saya dukung penuh apa yang dilakukan Bupati, karena setiap tahun pasti ramai soal lelang proyek itu,” tegasnya singkat.(cj13)

 

Komentar

Berita Lainnya