oleh

Bupati PALI Ajak Masyarakat Rencanakan Hidup Melalui Program KB

-Headline-1.247 views
PALI– Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Ir H Heri Amalindo MM mengajak masyarakat ikut program Keluarga Berencana (KB). Karena menurutnya KB bukan hanya berurusan dengan alat kontrasepsi saja. Melainkan untuk merencanakan keluarga demi masa depan. Serta upaya peningkatan kesejahteraan keluarga.
Bupati Ir H Heri Amalindo MM foto bersama Istri Ir Hj Sri Kustina saat melihat lansia yang melakukan sedang melakukan pemeriksaan kesehatan.
Ajakan itu disampaikan orang nomor satu di Bumi Serepat Serasan ini. Saat menghadiri kegiatan Gerakan Kampung KB dan pemberian makanan tambahan bagi Balita dan Lansia. Di Kampung KB Desa Suka Damai, Kecamatan Talang Ubi, Kamis (4/4) yang digagas TP PKK Kabupaten PALI. Bekerjasama Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) PALI.

“Bagaimana akan sejahtera kalau hidup kita tidak terencana. Jadi cukup dua anak cukup, dengan ikut ber-KB,” ajak Bupati Ir H Heri Amalindo MM.

Istri Bupati PALI Ir Hj Sri Kustina memberikan makanan tambahan bagi lansia

Pada kesempatan itu juga, suami Ir Hj Sri Kustina ini menghimbau. Agar masyarakat untuk menghindari pernikahan usia dini. Karena dari data Pengadilan Agama Muara Enim, dimana Kabupaten PALI menyandang peringkat pertama dalam hal perceraian.

“Peringkat pertama itu bukan prestasi. Tetapi kita semua harus malu karena 80 persen kasus perceraian di Pengadilan Agama Muara Enim berasal dari Kabupaten PALI. Dan tertinggi di Kecamatan Talang Ubi. Salahsatu penyebab perceraian tinggi akibat pernikahan usia dini, untuk itu hindari. Nikah belum waktunya juga banyak resiko. Hal terkecil saja ketika usia anak atau remaja menikah lalu punya anak, tentunya mereka belum siap,” imbuhnya.

Bupati PALI Ir H Heri Amalindo MM saat memberikan makanan tambahan pada lansia.
Pada kegiatan tersebut, Bupati juga didampingi istrinya, Ir Hj Sri Kustina. Sserta dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri PALI, Yunitha Arifin, Kepala Perwakilan BKKBN Sumsel, Drs Waspi, tokoh pemuda PALI, Rahmad Sahid. Serta sejumlah kepala OPD dilingkungan Pemkab PALI.

Pada sambutannya, istri Bupati PALI mengatakan. Bahwa dalam kegiatan yang digagas TP PKK Kabupaten PALI dengan melakukan pemberian makanan tambahan bagi Lansia dan Balita. Di Kampung KB Desa Suka Damai Kecamatan Talang Ubi dalam rangka peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dan pemenuhan gizi bagi anak dan Lansia.

“TP.PKK PALI telah banyak melakukan kegiatan. Salahsatunya pemberian makanan tambahan bagi Lansia dan Balita. Sosialisasi IVA termasuk pemeriksaan sejak dini terhadap kanker servick dan kanker payudara. Sosialisasi TB Paru sekaligus pemberian makanan tambahan bagi penderita TB paru. Program SMS (Stop Meseng Sembarangan), posyandu anak, posyandu Lansia juga TP PKK telah resmikan posyandu terintegrasi,” ungkapnya.

Bupati Ir H Heri Amalindo MM saat memberikan makanan tambahan untuk balita.
Diakuinya beberapa program TP PKK PALI yang telah dilaksanakan menerima penghargaan. “Salahsatunya program SMS, dimana PALI mendapat peringkat 30 tingkat nasional. Dan peringkat pertama di provinsi Sumatera Selatan untuk kategori masyarakatnya yang tidak membuang air besar sembarangan. Artinya kita bisa mendahului kabupaten/kota lain yang ada di Sumsel,” terangnya.

Berkat program SMS juga dijelaskan Istri Bupati, Pemkab PALI memberikan reward terhadap 30 Kepala Desa (Kades). “Yang desanya dinyatakan bebas meseng sembarangan. 30 Kadesnya diberangkatkan ibadah umrah ke tanah Suci Makkah,” tukasnya.

Sementara itu, Drs Waspi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan menyatakan. Apresiasinya terhadap Pemkab PALI yang telah memberangkatkan 30 Kades untuk umrah berkat desanya bersih. Dimana masyarakatnya telah sadar dalam menjaga lingkungannya dengan tidak membuang air besar sembarangan.

Bupati Ir H Heri Amalindo MM foto bersama Istri Ir Hj Sri Kustina disambuat masyarakat Desa Sukadamai.
“Seperti di Kampung KB Desa Suka Damai yang Kadesnya berangkat umrah. Artinya desa ini sejak diresmikan Jadi Kampung KB banyak mengalami perubahan. Dan kami berharap, sektor lain juga dapat meningkat menuju keluarga sejahtera. Sesuai tujuan Kampung KB membentuk desa mandiri, sejahtera, sehat dan berkualitas,” tambahnya. (adv/ebi)

Komentar

Berita Lainnya