oleh

Bupati Popo Ali Resmikan Masjid Agung Al-Muhtadin

-Sumsel-785 views

MASJID Agung Muaradua di Jalan Raya Ranau, Kelurahan Batu Belang Jaya yang menjadi masjid kebanggaan bagi masyarakat OKU Selatan, usai dibangun tahun 2018, Kamis (28/3) diresmikan Bupati OKU Selatan Popo Ali M B Comm.

Suasana peresmian Masjid Agung Al-Muhtadin. Foto: Didi Indawan/SUMEKS.CO

Peresmian masjid yang diberi
nama Masjid Agung Al-Muhtadin ditandai dengan penandatanganan prasasti langsung oleh Bupati Popo Ali M B Comm dan tokoh penting bagi OKU Selatan H Muhtadin Serai Bupati periode 2005-2015.

Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten OKU Selatan Yohana Yudha Yanti SE, Kepala Kejari Muaradua, kapolres, para kepala dinas, kepala badan, camat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan undangan masyarakat Kecamatan Muaradua.

Sesuai dengan nama masjid yang
diambil tokoh penting bagi Kabupaten OKU Selatan H Muhtadin Serai bermakna tempat orang yang mendapatnya hidayah atau petunjuk.

Dalam sambutannya, H Muhtadin Sera’i tak mampu menutupi rasa bangganya atas telah diresmikannya masjid yang digagas pembangunannya sejak era pemerintahan dipimpinnya.

“Kita patut bangga masjid ini akhirnya bisa selesai pebangunannya dan bisa dimanfaatkan bagi masyarakat OKU Selatan, inilah bentuk pembangunan berkelanjutan dan berkesinambungan yang dilaksanakan pemerintah saat ini,” kata Muhtadin.

Dalam sambutan singkatnya, ia mengajak memakmurkan Masjid Agung yang dibangun Pemerintah Kabupaten OKU Selatan itu milik masyarakat OKU Selatan.

Mari jaga keindahannya. “Masjid ini kebanggaan kita, mari kita jaga semuanya, jangan dirusak, jangan dikotori,” kata Muhtadin.

Bupati OKU Selatan, Popo Ali Martopo B Commerse dalam sambutannya mengatakan, diresmikannya diharapkan menjadi catatan sejarah besar bagi Bumi Serasan Seandanan. Selain itu Masjid Agung Al Muhtadin salah satu icon Daerah ke depan keberadaannya diharapkan mampu memberi semangat baru.

Dikatakan, adapun mengenai nama masjid, Popo Ali mengatakan keputusan pemberian nama Masjid Agung telah melalui proses musyawarah dengan seluruh pihak terkait masyarakat dan tokoh agama.

”Masjid ini sebelumnya melalui proses musyawarah dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para unsur lain seperti Kemenag,” katanya.

Popo Ali menambahkan, meski sudah dapat difungsikan untuk seluruh kegiatan ibadah seperti beberapa kali digunakan untuk salat Jumat dan taklim, Masjid Agung Al Muhtadin ini belum sepenuhnya selesai pembangunannya.

Hal ini karena masih ada beberapa pembangunan perlu dilanjutkan tentu perlu dukungan masyarakat serta pemerintah setempat.

“Mari kita jaga dan kita makmurkan masjid sehingga tentu dapat menjadi salah satu kebanggaan kita semua dan ke depan untuk pengelolaan dilakukan Yayasan Masjid Agung Al-Muhtadin,” imbuhnya. (dwa)

Komentar

Berita Lainnya