oleh

Buronan Polres OKU Timur Dilumpuhkan

Karena merebut senjata anggota Resmob Polres OKU Timur saat menunjukkkan rumah tersangka yayat. Team Resmob Polres OKU Timur terpaksa mengambil tindakan tegas terukur yang mengakibatkan tersangka tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Kapolres OKU Timur AKBP Dalizon, SIK, MH melalui Kasat Reskrim AKP I Putu Suryawan, SIK, MH, didampingi Kanit Pidum Ipda Alvin Adam Armita S, Tr.K mengatakan, tersangka Kiswanto yang merupakan resedivis kambuhan spesialis Curas Bersenpi yang telah lama masukDaftar Pencarian Orang (DPO) polisi.

Berkat kesigapan anggota keberadaan tersangka yang dikenal cukup sadis dan licik ini akhirnya diketahui. Team Resmob Polres OKU Timur berusaha membekuk tersangka. Namun pada saat dilakukan penangkapan tersangka melakukan perlawanan akan tetapi masih dapat ditangkap.

“Saat dilakukan penangkapan, anggota kita melakukan introgasi, dimana tersangka mengakui benar terlibat dalam perkara tersebut dan tersangka mengakui bersama anggota komplotannya sudah melakukan perkara tindak pidana bersama 10 orang,” katanya.

Dikatakan, 10 tersangka itu Kiswanto, Negro tewas karena melawan polisi. Supriyadi dan warso juga tewas namun dalam perkara lain. Deden telah lebih dulu ditangkap sedang menjalani hukuman dalam perkara lain di Bekasi. Kr, Ag, Fi, Si masih DPO.

 Saat Tim Resmob Polres OKU Timur melakukan pengembangan tentang perkara yang mengakibatkan korban meninggal dunia sesuai dengan Nomor Laporan Polisi Nomor : LP-B/11/III/2013 /SEK SS III, Tanggal 03 Maret 2013 dan Laporan Polisi Nomor : LP-B/12/III/2013 /SEK SS III, Tanggal 03 Maret 2013.

Tersangka mengakui benar tersangka melakukan tindak pidana tersebut bersama lima temannya Kiswanto, Warso sudah meninggal dunia diperkara lain), Indra sedang menjalani perkara lain di Polresta Jambi, Arif, Ragil, Yayat.

“Dari keterangan tersangka Kiswanto ini. Kita melakukan penangkapan terhadap tersangka Syarif alias Yayat,” jelasnya.

 Sebelumnya, kata Kasat, tersangka Kiswnato sudah mengingatkan tersangka Yayat untuk tidak melawan dan berusaha lari. Namun tersangka Yayat tetap berusaha melawan petugas dan petugas secara serentak menangkap tersangka Yayat.

“Saat bersamaan tersangka Kiswanto mencoba merebut senjata api petugas untuk melarikan diri dan melihat hal tersebut tim opsnal terancam dan petugas berhasil melumpuhkan tersangka Kiswanto menggunakan tindakan tegas dan terukur dan pada saat di bawa ke rumah sakit karena jarak tempuh yang jauh tersangka Kiswanto Kiswanto tewas,” tegasnya.

Tersangka ditangkap berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP-B/07/I/2008/ MDS II, Tanggal 15 Januari 2008, Laporan Polisi Nomor LP-B/11/III/2013 / SEK SS III, Tanggal 03 Maret 2013. Laporan Polisi Nomor LP-B/12/III/2013/ SEK SS III, Tanggal 03 Maret 2013. Surat Daftar Pencarian Orang Nomor DPO/18/ II/2008/ Reskrim, Tanggal 18 Februari 2008.

Aksi Curas dilancarkan komplotan penjahat ini pada Selasa 15 Januari 2008, sekitar pukul 19.00 Wib sesuai dengan Laporan Polisi Nomor LP-B/07/I /2008/MDS II, Tanggal 15 Januari 2008 di Desa Margotani Kp III Kecamatan Madang Suku II Kab. OKU Timur sesuai dengan Laporan Polisi Nomor LP-B/07/I /2008/MDS II, Tanggal 15 Januari 2008 dengan korban Suwito (44) warga Desa Margotani Kp III Kecamatan Madang Suku II, OKU Timur.

Aksi kejahatan ini dilakukan saksi oleh 10 orang tersangka dengan menggunakan senjata api tiga orang masuk melalui pintu depan dan langsung menodong korban.

Sementara lima orang lainnya menunggu dulu pelaku yang berada didalam rumah itu mengetahui jika saksi Hartono merupakan seorang anggota Polri salah seorang pelaku lansung menodong saksi Hartono dan merampas satu pucuk senjata api organik Polri laras pendek dan satu buah handpon nokia.

“Saat korban mengadakan perlawanan sehingga ia ditembak setelah itu pelaku mengambil uang sebesar Rp 126 juta yang berada di dalam rumah,” pungkasnya.

Dari pengakuan tersangka Yayat mengaku telah dua kali melakukan aksi perampokan Didesa Sriwangi, BK 16 dan di Kota Bandung.

“Dari hasil merampok toko emas di Desa Sriwangi BK 16 saya kebagian Rp50 juta. Sedangkan saya merampok toko emas di bandung mendapatkan Rp100 juta. Selama pelarian saya di Bogor,” pungkasnya. (clau/okutimurpos/dra)

Komentar

Berita Lainnya