oleh

Butuh Angkutan, Pemda Minta Warga Mandiri

-Sumsel-59 views

MURATARA – Keinginan masyarakat Desa Tanjung Agung, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, terkait bus sekolah nampaknya belum bisa terpenuhi. Pasalnya, sampai saat ini Dinas Pendidikan (Disdik) Muratara, baru memiliki 3 unit kendaraan pelajar yang khusus beroperasi di Jalan Lintas Sumatera dan Kecamatan Nibung.

Nurya warga Desa Tanjung Agung, Kecamatan Karang Jaya, Muratara mengatakan, Desa mereka merupakan wilayah Desa terpencil yang berada di kawasan lingkar tambang. Untuk menempuh ibu kota Kecamatan setidaknya warga harus menempuh sekitar 21 KM dari permukiman.

“Dusun kami jauh dari mano-mano, idak katek jalan pintas cuma sikok jalan lewat lingkar tambang. Kalu biso kami mintak angkutan atau bus buat anak-anak sekolah,” katanya, kemarin (1/11). Dia mengungkapkan, untuk menempuh sekolah pelajar dari desa mereka hanya mengandalkan kendaraan pribadi milik warga.

Setiap hari pelajar dari Desa Tanjung Agung, harus pulang-pergi ke wilayah Ibu Kota Kecamatan Karang Jaya. Karena di desa mereka hanya di dapati sekolah dasar. “Kalau SMA mesti ke Karang Jaya, jauh jugo ke sano tiap hari. Untuk ongkos bae sikok anak itu Rp200 ribu/bulan,” timpalnya.

Masyarakat berharap, dengan tersedianya bus antar jemput pelajar itu, setidaknya dapat mempermudah warga dan pelajar keluar masuk akses desa. Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muratara, Sumkamto saat dikonfirmasi mengatakan.

Saat ini Disdik Muratara hanya memiliki dua unit bus antar jemput pelajar dan satu unit mobil disel. Dua bus itu di operasikan di sekitar Jalinsum Muratara arah Sarolangun-Rupit, dan Lakeh-Rupit, sedangkan untuk satu unit lagi beroperasi di wilayah Nibung.

“Kita di 2019 tidak menganggarkan untuk operasional kendaraan pelajar. Karena awalnya kita mengandalkan dana CSR. Tapi di 2020 nanti kita akan masukan itu di APBD,” bebernya. Dia mengaku, untuk penambahan sarana transportasi angkut pelajar, kemungkinan tidak akan dilakukan melalui APBD.

Menimbang pengadaan itu membutuhkan dana yang tidak sedikit. Untuk sementara mereka tetap mengandalkan tiga unit kendaraan antar jemput. “Kita daerah baru dan memang masih banyak kekurangan. Kita tidak bisa membenahi sekaligus, artinya pembenahan pembangunan dan sistem dilakukan secara bertahap, sesuai dengan anggaran yang ada,” bebernya.

Pihaknya meminta masyarakat khususnya di wilayah Muratara, untuk berusaha mandiri. Mengingat, banyaknya kekurangan yang belum bisa terpenuhi Pemerintah Daerah.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya