oleh

BW: Nomor Telegram Laporan Kecurangan Pilpres Tidak Berubah!

-Headline-280 views

Ketua Tim Mahkamah Konstitusi (MK) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menduga ada penggembosan yang dilakukan terhadap timnya.

Dugaan disampaikan munculnya sejumlah pesan WhatsApp Group (WAG) yang menyatakan bahwa nomor Telegram-nya tidak lagi dapat menerima laporan data dan video kecurangan pemilu.

Pengirim pesan itu mengaku sebagai anggota tim Prabowo-Sandi dan meminta pendukung untuk mengirim data dan video kecurangan ke nomor mereka.

“Ini pengggembosan terhadap tim kami. Karena ternyata orang tersebut bukan dari tim kami,” kata Bambang Widjoyanto atau yang akrab dipanggil BW dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (8/6).

Beruntung, kata mantan komisioner KPK itu, masyarakat di daerah sudah mulai cerdas. Mereka melakukan pengecekan ke Tim MK Prabowo-Sandi sebelum mengikuti isi pesan yang didapat tersebut.

Lebih lanjut, BW mengingatkan kepada masyarakat untuk berhati-hati jika ada orang yang mengatasnamakan Tim MK Prabowo-Sandi dan meminta bukti-bukti yang ada di masyarakat.

Dengan tegas BW memastikan bahwa nomor Telegram khusus untuk menerima laporan masyarakat tidak berganti, yaitu +6287783078352.

“Saya tidak pernah menginstruksikan kepada orang lain agar informasi kecurangan pilpres dialihkan ke nomor telegram lain,” tegasnya.

Adapun dalam pesan WAG yang beredar, seorang yang mengaku bernama Heri mengaku sebagai pihak yang diberi tugas untuk mengumpulkan data gugatan MK. Dia meminta masyarakat untuk mengirim laporan ke nomornya lantaran nomor telegram BW terlalu banyak.

“Berhubung banyaknya telegram dan SMS yang masuk ke Pak Bambang Widjoyanto, untuk data dan video kecurangan bisa dikirimkan ke saya. Saya kebetulan tim pengumpul data untuk gugatan di MK,” bunyi pesan tersebut. (rmol.id)

 

Komentar

Berita Lainnya