oleh

Candi Lesung Batu, Situs Warisan yang Mulai Terlupakan

MURATARA – Keberadaan situs cagar budaya Candi Lesung Batu, di Desa Lesung Batu Muda, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara, kurang perhatian. Kondisi cagar budaya dan sisa peradaban masa lampau ini, nampak tak terawat. Dan di sekitar lokasi mulai di penuhi semak belukar.

Informasi di himpun, kondisi situs candi lesung batu saat di kunjungi Rabu (24/2), mulai sulit untuk ditemukan. Pasalnya plang nama yang terpasang disekitar lokasi sudah hilang di rusak warga.

Bangunan masa lampau itu kini hanya berupa gundukan tanah dan bata merah dengan lubang segi empat dengan ukuran 4 x 4 meter. Yuni salah satu warga yang melintas mengatakan, sudah lama tidak ada kunjungan dari masyarakat maupun pemerintah di lokasi situs itu.

“Gundukan candinya hanya ada di sini saja, sebelumnya ada yang jaga. Tapi sekarang sudah tidak ada lagi, sudah jarang ada warga maupun pemerintah yang berkunjung kesini,” katanya.

Dia mengaku, warga setempat sangat mengkramatkan situs ini, bahkan tidak jarang ada beberapa warga yang melakukan ritual. “Saya tidak tahu kalau yang mistis mistis, tapi memang kadang ada warga dari Nibung yang ritual. Mungkin warga dari kampung bali, memang di sini rada angker, jadi jarang orang mau datang,” timpalnya.

Warga berharap, bangunan situs bersejarah itu, bisa kembali di pugar. Karena situs candi lesung batu, merupakan salah satu icon bersejarah yang berada di wilayah Kabupaten Muratara. “kalau di temukan sebetulnya sudah lama sejak 1877-1879, ini termasuk warisan kerajaan Seriwijaya. Tapi sampai sekarang belum ada sentuhan pembangunan,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Muratara, Hj Titin Martini mengungkapkan, dalam waktu dekat mereka sudah merencanakan untuk melakukan pemagaran terhadap situs candi lesung batu. Kondisi itu dilakukan agar keberadaan situs bisa terjaga.

“Tapi kendala kita Pemerintah, belum ada pembebasan untuk lahan itu. Karena situs candi lesung batu berada di tengah perkebunan masyarakat,” bebernya. Di 2021 pihaknya berencana akan melakukan pengkajian dan penelitian kembali dengan menggandeng balai arkeologi Palembang.

Sehingga bisa melakukan eksvakasi lanjutan terkait keberadaan situs lesung batu. “Yang kita ketahui hanya situs itu sebagai tempat pemujaan masa lampau. Tapi kita belum ketahui apakah disekitar lokasi masih ada temuan lainnya atau tidak,” ujarnya.

Pihaknya mengaku belum bisa memastikan kapan rencananya eksvakasi lanjutan bisa dilakukan di situs itu. “Kita baru melakukan pembahasan secara lisan, rencana akan dilanjutkan 2021. Tapi kita belum membuat surat resminya,” tutupnya. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya