oleh

Cantik dan Produktif, Inovasi Sinar UV Untuk Kebun Hidroponik ULP Ampera

SUMEKS.CO – Wakil Ketua Persatuan Istri Karyawan dan Karyawati (PIKK) PLN UIS2JB Ibu Ferry Bawan, memimpin panen kebun hidroponik yang berada di halaman kantor PLN ULP Ampera, Jumat (26/2). Hasil panen ini kemudian dibagikan untuk dinikmati oleh masyarakat sekitar. Ini merupakan panen kedua kebun yang dibuat sejak Desember 2020 lalu.

blank
Semai bibit tanaman hidroponik.

“Dengan panen yang terus meningkat, kami juga berharap nantinya ini akan menjadi wahana agrowisata bagi masyarakat sekitar,”ungkapnya. Apalagi, tanaman hidroponik yang ditanam di kebun hidroponik seluas 30 x 7 meter itu cukup beragam. Berbagai jenis sawi, selada, bayam dan sayuran hijau lain seperti kangkung, ada disana.

Kebun hidroponik ini tidak muncul begitu saja. Diinisiasi oleh Kepala UP3 Palembang, Nanang Prasetyo sejak Desember 2020 lalu. Nanang, berniat untuk melibatkan masyarakat dikawasan Jakabaring yang merupakan salah satu kawasan yang sedang berkembang di Palembang. Meski didominasi daerah rawa, namun berbagai ikon kota ada di sana.

blank
Sawi hidroponik saat berumur satu minggu.

Sebut saja Jakabaring Sport City yang memang telah dikenal secara internasional. Sedangkan kantor ULP Ampera berada di Jl Gub H Bastari, jalan yang menunju salah satu komplek olahraga terbesar di Asia Tenggara itu. Sehingga, menurut Nanang dengan hadirnya kebun hidroponik di areal kantor akan bisa mempercantik suasana kawasan tersebut.

Tidak mudah pada awalnya, sehingga UP3 Palembang menggandeng Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk mengembangkan proyek ini. Komitmen yang dibina sejak awal, didukung pula keterlibatan masyarakat sekitar, yakni penjual bunga dan tanaman yang memang berjualan di sepanjang jalan di kawasan tersebut.

blank
Sirkulasi air 24 jam merupakan media tanam hidroponik.

“Mulanya sekedang ingin memanfaatkan lahan. Sempat kita sebar benih ikan di anak sungai dekat kantor tersebut, tapi memang belum maksimal. Akhirnya kita pilih untuk mengembangkan tanaman hidroponik, sehingga dicetuskanlah kebun hidroponik ini,”jelas Nanang.Kebun hidroponik ini perlahan mulai menghasilkan.

Menurut Nanang, PLN berupaya menjadi penggerak sehingga hal ini bisa menjadi contoh untuk dilakukan kantor-kantor lain yang berada di kawasan tersebut. Yakni, untuk memanfaatkan lahan dan memberdayakan masyarakat sekitar sehingga bisa saling mendukung untuk berkontribusi pada lingkungan.

blank
Desti, perawat kebun hidroponik di kantor PLN ULP Ampera Palembang.

Namun, melihat potensi yang ada, kebun hidroponik ini kemudian dipercantik dengan diberikan hiasan lampu. Inovasi juga dilakukan dengan memberikan dukungan sinar ultraviolet untuk tumbuh kembang tanaman yang lebih maksimal. Terbukti, sejak dimulai pertengahan Desember, pada awal Januari 2021 pihaknya sudah menikmati panen perdana.

“Lewat dukungan sinar UV yang memanfaatkan tenaga listrik ini, tanaman itu juga mendapat asupan energy pada malam hari sehingga bisa panen lebih cepat dan lebih maksimal,” ungkapnya. Inovasi yang juga patut dicontoh bagi pengusaha tanaman hidroponik.

Inovasi ini nyatanya mendapatkan apresiasi langsung dari Gubernur Sumsel Herman Deru. Mengetahui pertumbuhan tanaman hidroponik yang bisa lebih cepat panen (produktif), ia menilai jika hal ini bisa menjadi solusi ketahanan pangan bagi kota Palembang dan Sumsel secara luas. Dalam sebuah kesempatan, Gubernur menyatakan akan mendorong inovasi ini.

blank
Seorang anggota PIKK PLN memanen bawang merah di kebun hidroponik PLN Ampera Jakabaring.

Sebab, dengan sistem pengairan dan penerangan yang stabil, siang dan malam hari, sayur organik yang normalnya baru bisa dipanen dalam waktu 45 hari bisa dipercepat menjadi 30 hari. “Pemprov Sumsel prinsipnya all out mendorong petani di Sumsel untuk menggunakan sinar violet,” kata Gubernur. Apalagi sektor pertanian menjadi prioritasnya saat ini.

Sehingga, apa yang dilakukan oleh PLN UP3 Palembang ini juga didorong olehnya untuk dilakukan oleh kantor dan instansi lain di Sumsel. “Kita tahu sinar UV ini cukup efektif pada malam hari dan hasilnya juga baik dan aman untuk dikonsumsi, tentu kita apresiasi,” ujar Gubernur.

blank
Ibu-ibu PIKK PLN memanen kebun hidroponik dan menimbang sesuai pesanan yang diorder pembelinya.

Rasa syukur juga diungkapkan oleh Desti, penjual bunga dan tanaman di sekitar kantor PLN ULP Ampera tersebut. Ia dipercaya untuk terlibat langsung merawat tanaman hidroponik itu. Meskipun tanaman hidroponik ini bukan barang baru, namun Desti mengaku mendapatkan pengetahuan baru tentang pemanfaatan ruang sempit untuk bercocok tanam.

“Terlihat segar dan saat malam hari kebun ini terlihat cantik dengan lampu ultraviolet. Selama ini hanya jual bunga, tanah dan pupuk. Sekarang dapat pengetahuan baru, apalagi panen (tanaman hidroponik) bisa sekali sebulan (satu kali dalam satu bulan). Bisa jadi pilihan bagi warga Palembang,” ujarnya. (aja)

Komentar

Berita Lainnya