oleh

Cara Atasi Sering Terbangun Tengah Malam dan Sulit Tidur Lagi

SUMEKS.CO – Sebagian orang kerap terbangun dari tidur di malam hari, padahal waktu masih menunjukan dini hari.

Yang jadi masalahnya juga, saat anada terbangun justru anda tidak bisa melanjutkan tidur. Akibatnya, siklus dan durasi tidur anda terganggu.

Pertanyaanya, Apa yang salah dan apa yang menjadi penyebabnya ?

Menurut dr. Arrum Putri Amalia, mereka yang kerap terbangun di jam tidur malam, dan tidak lagi bisa kembali tertidur, mengalami salah satu bentuk insomnia.

“Sering terbangunnya Anda lebih dini dari biasanya dan sulit untuk tidur kembali dapat disebut dengan middle insomnia,” kata dr, Arrum Putri Amalia seperti dikutip FIN dari Alodokter.

Middle insomnia sendiri dapat disebabkan oleh kebiasaan orang minum-minuman tertentu, seperti kopi dan miras, selain juga faktor lainnya.

“(Kondisi ini) dapat disebabkan oleh konsumsi kafein atau alkohol, suasana tidur yang kurang nyaman, usia tua, jet lag, pola tidur yang kurang baik karena pekerjaan yang membutuhkan shift malam, atau adanya gangguan kecemasan,” terangnya.

Agar terhindar dari middle insomnia menurutnya, adalah dengan memberi jarak minum kopi, atau khususnya beberapa jam menjelang waktunya tidur.

Menghindari makan menjelang jam tidur, dan menghentikan penggunaan gadget pada malam hari, adalah beberapa tips yang bisa dipraktekan.

“Untuk mengatasinya anda perlu membatasi konsumsi kafein minimal 8 jam sebelum tidur, hindari alkohol dan makanan berat minimal 3 jam sebelum tidur, tidak merokok, kurangi penggunaan gadget minimal 1 jam sebelum tidur,” sarannya.

dr. Arrum juga menambahkan, soal pentingnya membuat jadwal tidur, dan memiliki kebiasaan bangun pagi yang sama setiap harinya.

Selain itu pula, menjaga suasana ruang tidur yang nyaman, dan pengelolaan stres penting untuk memerangi stress yang dimaksud.

Cara Mengatasi Insomnia Menurut Studi

Sulit tidur setiap malam? Anda justru terbangun di saat mayoritas manusia di bumi ini, memejamkan matanya dan beristirahat untuk hari esok. Sudah coba segala cara namun tidak ada yang berhasil?

Well, Anda mungkin salah melakukannya. Menurut sebuah studi yang di pimpin Michael Perlis, diketahui bahwa dari partisipan yang mampu sembuh dari kebiasaan itu, tidak peduli seberapa akut kondisinya, menunjukan kesamaan ciri.

Dilansir Medical News Today, mereka yang justru menghabiskan sedikit waktu untuk tidur, adalah mereka yang mampu pulih dari kondisi ini.

Contohnya adalah, mereka yang tertidur sejak pukul 11 malam dan bermaksud untuk bangun pada pukul 7 pagi, namun justru bangun lebih dini, tapi memutuskan tidak menggunakan sisa waktu tidur itu untuk kembali terlelap.

Dengan langsung memulai aktifitas, menurut studi itu, akan membantu penderita insomnia, tidur lebih baik dan mengatasi masalah tidurnya.

Dan juga sebaliknya, pada mereka yang lebih banyak menghabiskan waktu di tempat tidur, untuk mengatasi masalah tidurnya, justru hanya akan memperburuk kondisinya.

Punya masalah tidur yang dimaksud? Anda mungkin ingin mencoba temuan ahli di atas (Fin)

Komentar

Berita Lainnya