oleh

Cari Atlet Sepak Bola, Remaja Narapidana di Lapas Anak Disokong Bola

SUMEKS.CO, Palembang – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (kadispora) Sumsel, Akhmad Yusuf Wibowo, sokong puluhan bola untuk remaja narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas Satu Khusus Anak (LPKA) Palembang, Jl Inspektur Marzuki, Kec Ilir Barat 1, Palembang, Rabu (20/1/2021).

Yusuf mengatakan, pemberian puluhan bola tersebut merupakan implementasi program gerakan sejuta bola yang dicanangkan Gubernur Sumsel, H Herman Deru. Sebagai upaya pembentukan mental dan karakter anak usia remaja, melalui kegiatan olahraga di Bumi Sriwijaya.

“Ini bagian pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) nomor 3 tahun 2019, semangat menggelorakan sepak bola kepada anak anak. Kalau meraka sibuk dengan kegiatan sprotifitas ini maka pikiran mereka menjadi positif. Bukan tidak munggkin lahir atlet melalui binaan Lapas Kelas 1 Palembang ini,” kata Kadispora kepada SUMEKS.CO.

Meskipun mendekam dalam jejuri besi, sambung Yusuf, bukan berarti hak pendidikan mereka ikut tersingkirkan. Justru dengan gerakan sejuta bola ini diharapkan dapat menstimulus daya belajar remaja narapidana.

“Asimilasi kedalam untuk pembinaan karena sudah tanggung jawab kami (Dispora). Kalau pembinaan disini baik dan digarap dengan serius, kami yakin lahir prestasi dari sini, khususnya prestasi dibidang olahraga,” imbuhnya.

Total sebanyak 2.500 bola yang didapatkan dari bantuan CSR BUMD Sumsel, sudah dibagikan Dispora Sumsel, kepada anak-anak di 17 Kabupaten/Kota. “Tinggal kita menggerakkan pembinaan dan pengembangan minat bakat pemuda rentang usia 22-32 tahun, Program ini akan terus berlanjut, yang mana sekaligus juga sebagai sosialisasi Sumsel Siap menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 nanti, Insyallah,” katanya mengakhiri.

Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas Satu Khusus Anak (LPKA) Palembang, Tri Wahyudi, secara gamblang mengemukakan dalam urusan pendidikan di LPKA menjadi prioritas mereka, baik pendidikan pelajaran formal ataupun pengembangan minat bakat.

“Diberi tidak diberi bola ini pun, pendidikan anak terus berjalan. Di pendidikan formal kami mengundang guru bantu, diminat bakat kami sudah ada tim Futsal, Voli, dan Musik. Namun, memang setelah ada bantuan ini kami bisa meningkatkannya lagi,” katanya.

Kendati demikian, selama masa pandemi COVID-19 ini kegiatan belajar mengajar di Lapas tertunda. Sekarang mereka harus menyesuaikan kondisi agar pendidikan formal dapat dilanjutkan, dengan memberdayakan petugas Lapas yang berlatar pendidikan, untuk mengajar.

“Guru yang kami undang tidak bisa hadir, jadi kami memberdayakan petugas lapas. Juga sesekali menggelar belajar secara daring dari guru mereka yang bersedia. Syukurnya fasilitas kami lengkap, secara LPKA Palembang ini percontohan Nasional 3 kali rekor MURI,” ungkapnya.

Untuk diketahui, sekarang LPKA Palembang berisikan 134 orang narapidana, 15 orang diasimilasi di luar lapas 15 orang, dan asimilasi COVID-19 sebanyak 64 orang. “Mereka menyambut gembira adanya fasilitas bola ini, semoga kita bisa mengembangkan karakter dan skil mereka sehingga bila kembali ke keluarganya kelak mereka semakin positif dan tidak melakukan kesalahan yang sama lagi,” pungkasnya. (Bim)

Komentar

Berita Lainnya