oleh

Catat… ini Manfaat Lada untuk Kesehatan

SUMEKS.CO, JAKARTA – Selain sebagai penyedap masakan, lada juga bisa dijadikan obat untuk mengusir berbagai penyakit. Lada memiliki kandungan antioksidan tinggi, karena itu mujarab untuk mengatasi masalah kesehatan.

“Sebagai pengobatan, lada hitam mengandung antioksidan tinggi,” ujar Pengurus Pusat Dewan Rempah Indonesia (DRI) Heru D Wardana dalam webinar ‘Membangkitkan Kejayaan Rempah Indonesia dan Peran Dokter di Masa Lalu, Masa Kini, dan Masa Depan’, Ahad (21/11).

Lada memang memiliki bentuk yang kecil, tetapi punya manfaat dan pengaruh yang dahsyat di dunia hingga dijuluki sebagai raja rempah. Lada juga yang dulu membuat penjajah datang untuk menguasai Nusantara sebagai wilayah penghasil rempah. Sebagai raja rempah, lada punya banyak kandungan yang bermanfaat, baik untuk masakan, obat, hingga kecantikan.

Banyak kegunaan dari lada untuk kesehatan, termasuk untuk saluran pernapasan hingga pencernaan. Heru mengatakan, ini menjadi tantangan untuk para peneliti agar bisa mengekstrak bahan-bahan aktif pada lada agar bisa dibuat menjadi produk obat yang bermanfaat bagi kesehatan.

Ada beberapa jenis lada, yakni lada putih, lada hitam dan lada hijau. Perbedaannya adalah dari proses mengolahnya.

Lada hitam dipanen saat buah lada belum terlalu matang, warnanya masih kehijauan, tetapi sudah mengeras. Lada kemudian dipanasi dan dikeringkan sehingga kulitnya mengerut. Secara tradisional, lada hitam biasa dipakai untuk pengobatan konstipasi, diare, insomnia hingga sakit gigi.

Lada putih dibuat dari buah lada yang dipanen saat matang, kemudian direndam dalam air mengalir, kulitnya dibuang, dicuci dan dijemur. Itulah alasannya aroma lada putih tidak setajam lada hitam, sebab ada bagian-bagian yang sudah dibuang. Lada hijau juga dibuat dari buah yang belum terlalu matang saat dipanen, tetapi langsung dikeringkan. Menurut Peneliti Utama Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BALITTRO) Kementerian Pertanian Otih Rostiana, kualitas lada di Indonesia telah diakui dunia.

Lada putih Bangka menjadi referensi mutu lada putih terbaik dimana aromanya bisa tercium dari jauh karena mengandung minyak atsiri yang tinggi, sementara lada hitam Lampung jadi referensi mutu lada hitam berkualitas. Heru dan Otih menyatakan Indonesia pernah menjadi produsen top lada, tetapi kini justru tertinggal dari Vietnam.

“Vietnam dulu belajar menanam lada ke Bogor, sekarang dia yang menguasai,” kata Heru.

Dia berharap rempah-rempah di Indonesia terus dieksplorasi agar berguna tak hanya untuk bumbu masakan, tetapi produk-produk lain seperti untuk kecantikan dan kesehatan untuk memberikan nilai tambah. “Ketika jadi bahan obat, nilai tambahnya sangat besar. Bila produknya semakin luas, itu akan memberdayakan petani sehingga makin sejahtera,” pungkas Heru.(Antara/jpnn)

 

Komentar

Berita Lainnya