oleh

Catat! Kanada Masukkan Proud Boys Ke Dalam Daftar Organisasi Teroris

SUMEKS.CO – Kanada memasukkan Proud Boys ke dalam daftar organisasi teroris karena dapat menimbulkan ancaman keamanan aktif dan memainkan peran penting dalam kerusuhan di Capitol Hill pada 6 Januari.

Jelang Aksi Massa 6 Januari Oleh Pendukung Trump, AS Kerahkan Ratusan Anggota Garda NasionalBerencana Kerahkan Aksi Besar 6 Januari Untuk Dukung Trump, Pemimpin Proud Boys Ditangkap Atas Kasus Pengrusakan

Menteri Keamanan Publik Bill Blair mengatakan, meskipun Proud Boys tidak pernah melancarkan serangan di Kanada, tetapi pasukan intelijen domestik semakin mengkhawatirkan kelompok tersebut.

“Telah terjadi peningkatan kekerasan yang serius dan mengkhawatirkan, bukan hanya retorika tetapi aktivitas dan perencanaan. Itulah mengapa kami menanggapi seperti yang kami lakukan hari ini,” ujar Blair, seperti dikutip Reuters.

Seiring dengan dimasukkannya Proud Boys ke dalam organisasi teroris, aset kelompok tersebut telah dibekukan oleh bank dan lembaga keuangan. Warga Kanada yang sengaja berbisnis dengan Proud Boys juga dianggap sebagai sebuah kejahatan.
Siapa pun yang bergabung dengan kelompok tersebut dilarang masuk ke Kanada. Termasuk pendiri Proud Boys, Gavin McInnes yang merupakan orang Kanada yang tinggal di Amerika Serikat.

AS sendiri sudah mendakwa beberapa anggota Proud Boys karena memiliki keterkaitan dengan kerusuhan Capitol Hill yang membuat lima orang meninggal dunia.

Proud Boys didirikan pada 2016, dimulai sebagai organisasi yang memprotes kebenaran politik dan kendala yang dirasakan pada maskulinitas di Amerika Serikat dan Kanada. Seiring berjalannya waktu, kelompok tersebut sering terlibat perkelahian jalanan.

Pemerintah Kanada juga menambahkan 12 kelompok lain ke dalam daftar entitas teroris, termasuk tiga kelompok neo-Nazi, delapan organisasi yang digambarkan sebagai afiliasi dengan al Qaeda dan ISIS, serta Hizbul Mujahideen.

Blair mengatakan badan intelijen Kanada telah bekerja selama berbulan-bulan dan dalam beberapa kasus bertahun-tahun mengumpulkan bukti yang diperlukan untuk membuat daftar kelompok tersebut.

“Kanada tidak akan mentolerir tindakan kekerasan ideologis, agama atau bermotif politik,” pungkasnya.  (Sarah Meiliana Gunawan/rmol.id)

 

Komentar

Berita Lainnya