oleh

Catat… Mudik Dalam Provinsi Boleh

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mengeluarkan larangan mudik melalui Permenhub No 13 Tahun 2021. Dimana dalam surat tersebut, angkutan pribadi maupun umum yang kedapatan mudik akan diminta putar balik.

Hanya saja, aturan itu hanya berlaku bagi kendaraan yang hendak memasuki wilayah Provinsi Sumsel mulai dari 6-17 Mei. Sementara bagi warga Sumsel yang ingin pulang kampung di kabupaten/kota tetap bisa melanjutkan aktivitasnya.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Sumsel, Ari Narsa mengatakan, aturan mudik nantinya sudah disesuaikan dengan Permenhub yang telah dikeluarkan. “Namun untuk yang masih berada di wilayah dalam provinsi, itu tetap diperbolehkan,” kata Ari saat di konfirmasi SUMEKS.CO, Kamis (15/4).

Ari menuturkan, nantinya bakal didirikan posko pengawasan di pintu masuk Sumsel. Baik yang berada di darat, air maupun udara. Menurut Ari, ada beberapa tujuan bepergian yang masih bisa diperbolehkan. Diantaranya, kunjungan kematian keluarga, kedinasan serta rujukan sakit.

“Itu pun harus disertai dengan surat keterangan dari dinas tempat instansinya bekerja. Lalu, surat keterangan kematian dari unsur pemerintah setempat. Kalau tidak ada mereka akan disuruh putar balik,” ucapnya.

Dijelaskan Ari, untuk titik pendirian posko nantinya akan dilakukan di Bandara, pelabuhan, terminal dan gerbang pintu tol luar kota. Posko akan diisi oleh personel gabungan dari Dinas Perhubungan, TNI, Polri, Dinas Kesehatan, Sat Pol PP dan beragam unsur lainnya.

“Kalau jumlahnya kami masih akan membahas lebih lanjut dengan kepolisian. Tapi yang jelas nantinya ada beberapa perwakilan instansi yang ditugaskan mengisi posko,” ucapnya.

Sementara itu, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang, mengisyaratkan tidak akan menutup operasional dengan alasan dan pertimbangan sebagai bandar udara alternatif.

“Bandara Palembang juga sebagai salah satu Bandara Alternate Aerodrome, Jika kondisi penerbangan berdampak pada cuaca buruk atau karena alasan operasional bisa dijadikan alternatif pendaratan,” ungkap Executive General Manager Angkasa Pura II Bandara SMB II Tommy Ariesdianto.

Menurut Tommy, kebijakan lain dari permenhub maupun Surat Edaran (SE) Satgas COVID-19, mengatur penumpang masih dapat berpergian. Mereka yang boleh berpergian dengan alasan khusus yakni, sedang dalam perjalanan dinas, bekerja, atau kondisi mendesak seperti melahirkan dan kondisi sakit. “Jadi bandara SMB II masih akan tetap melayani penerbangan terjadwal maupun penerbangan yang tidak terjadwal,” ungkap dia.

Sejauh ini akibat kondisi pandemik COVID-19, penumpang yang berpergian menggunakan pesawat baik dari dan ke Palembang perharinya masih sebatas 3.000 orang perhari. Jumlah ini turun jauh jika dibandingkan sebelum pandemik yang dapat mencapai dua kali lipatnya.

“Saat ini masih dalam kondisi Low Season 3.000 penumpang/hari, meski begitu kita tetap standby 24 Jam. Untuk saat ini jam operasional Bandara 06.00 WIB – 20.00 WIB dan akan menyesuaikan kembali sesuai kebutuhan operasional,” pungkasnya. (bim)

Komentar

Berita Lainnya