oleh

Cegah Corona, Pemda Semprot Dispektan

MURATARA – Cegah wabah Corona seluruh kantor pemerintahan, dan pusat lokasi pertemuan umum di kabupaten Muratara, di semprot dispektan. Otoritas setempat menegskan, selain melakukan pencegahan mereka juga meliburkan pelajar dan mendirikan posko pantau di wilayah perbatasan.
Bupati Muratara H Syarif Hidayat saat dikonfirmasi Senin (23/3) di kantornya mengatakan, pihakny sudah melakukan langkah pencegahan terkait wabah Virus Corona (Covid-19). Berdasarkan hasil rapat unsur tripika, Penerintah kabupaten Muratara mengeluarkan empat keputusan.

Diantaranya, pembatasan kegiatan bersifat massal, pembelajaran dalam rumah untuk anak sekolah dan mahasiswa, penyemprotan desinfektan untuk tempat- tempat umum contoh: masjid, sekolah, pasar dan membuka posko pemantauan di pintu masuk Muratara di simpang nibung.

“Hari ini kita lakukan penyemprotan dispektan, dan anak anak sekolah mulai dari PAUD hingga SMP kitaliburkan sampai 6 April mendatang. Ini langkah pencegahan yang kita lakukan,” ucapnya.

Bupati Muratara juga menegaskan, pihaknya melakukan percepatan pergeseran anggaran untuk dialihkan ke pos pos kesehatan. Menimbang situasi Covid19 ini merupakan masalah serius yang mesti di tanggulangi pemerintah. “kita sudah lakukan pergeseran dana yang tidak penting dialihkan ke pos kesehatan. Kita sudah membeli peralatan dan pakaian khusus untuk antisipasi Covid19,” ujarnya.

Khusus di wilayah Muratara, H Syarif Hidayat menegaskan walau masuk dalan wilayah yang aman. Namun pihaknya tetap waspada, karena kondisi penyebaran wabah mematikan itu tetap harus di antisipasi semaksimal mungkin.

“Masyarakat jangan anggap sepeleh harus tetap waspada, jaga kesehatan dan kondisi tubuh. Tapi jangan juga menganggap berlebihan,” tegasnya.

Sementara itu, juru bicara Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid 19 Muratara, Susyanto Tunut yang juga menjabat asisten I Pemda Muratara menegaskan. Pemerintah daerah memang meliburkan pelajar, namun tidak melibatkan kegiatan ASN di lingkungan Pemda Muratara, terlebih lagi petugas pelayanan.

“Seluruh perkantoran dan swasta tempat umum, masjid gedung pertemuan untuk disinfeksi dengan disinsfektan. Kuta juga akan mengecek seluruh pelintas yang masuk ke Muratara di wilayah perbatasan,” ujarnya.

Disinggung mengenai santri asal Muratara yang di kirim ke pulau jawa, Asisten I pemda Muratara menegaskan. Saantri yang sudah di kirim tidak akan di pulangkan, mereka sudah di tanggulangi di ponpes masing masing dengan penerapan sistem lockdwon.

“jadi santri di sana aman, tidak boleh ada yang kunjungan dan mereka di isiolasi tidak boleh keluar dari Pondok pesantren,” tutupnya. Sementaa itu, Adasril pegawai di lingkungan pemda Muratara menegaskan. Pihaknya berharap virus covid19 tidak masuk ke Muratara. “kalau bisa kami juga ingin di semprot dispektan. Mudah mudhan di muratra ini tidak ada corona,” harapnya.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya