oleh

Cegah Konflik Sedini Mungkin

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Meminimalisir konflik sosial di masyarakat supaya tidak semakin menyebar,  pemerintah dan otoritas keamanan daerah melakukan tindakan antisipasi sedini mungkin, terhadap hal-hal yang menimbulkan masalah.

Kepala BIN Daerah Sumsel Brigjen TNI Armansyah SH mengatakan, sebagai koordinator intelejen negara, Binda Sumsel bertanggung jawab untuk melakukan deteksi dini dan peringatan terhadap setiap indikasi atas potensi kondisi sosial yang dapat mengancam keamanan dan keselamatan bangsa, khususnya di wilayah Sumsel.

“Antaranya mengintensifkan dan memperbanyak frekuensi komunikasi, melalui giat rapat atau pertemuan sebagai sarana koordinasi antar anggota Kominda,” ujar Armansyah dalam rapat koordinasi tim terpadu penanganan konflik sosial dan sinkronisasi rencana aksi daerah 2021, di Graha Bina Praja, Palembang, Jumat (18/6).

Dia memaparkan, pihaknya mengklasifikasikan konflik-konflik yang terjadi di Sumsel dalam lima dimensi. Yakni dimensi ideologis, politis, sosial ekonomi, budaya, kesalahpahaman, dan premanisme. Lalu, kelimanya sudah berhasil diredam dan terus dalam pengawasan.

Seperti ketegangan antar pendukung PSU PALI pada Maret – April 2021, sengketa lahan masyarakat Dusun IV Transos Desa Tehung Tinggi dengan PT BPP anak perusahaan PT Sinar Mas di Muratara pada 10 Juni 2021, penghentian pekerjaan jalan exit Tol zona empat Prabumulih akibat upah pekerja belum dibayar 2 Juni 2021.

Komentar

Berita Lainnya