oleh

Cegah Penularan COVID-19, HAB Diikuti 97 Pegawai

PANGKALAN BALAI – Peringati Hari Amal Bhakti ke-75 Kementerian Agama RI tahun 2021, Menteri Agama menekankan pengembangan toleransi dan kerukunan antar agama sebagai pemersatu bangsa. Karena toleransi dan kerukunan antarumat beragama merupakan cita-cita pendiri bangsa Indonesia.

Disampaikan Bupati Banyuasin H Askolani Jasi saat membacakan sambutan Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas saat bertindak selaku inspektur upacara Hari Amal Bhakti ke-75 Kementerian Agama tingkag Kabupaten Banyuasin Tahun 2021 di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuasin, Selasa (5/1).

Hal tersebut selaras dengan tema peringatan Hari Amal Bhakti Tahun ini yakni “Indonesia Rukun” Pengembangan toleransi dan kerukunan antar umat beragama dilakukan dengan tanpa mengusik akidah dan keimanan masing-masing pemeluk agama.

“Dewasa ini, kita mengembangkan moderasi beragama, agar toleransi dan kerukunan yang sudah ada lebih mengakar di dalam kehidupan sehari-hari bangsa kita,” kata Askolani.

Seperti Pancasila adalah ideologi pemersatu yang merangkum nilai-nilai keindonesiaan sebagai bangsa yang beragama. “Sila pertama dan utama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, meneguhkan identitas nasional sebagai bangsa yang beragama dan bermoral,” tegasnya.

Menurut Menteri Agama, Bangsa Indonesia, dari generasi ke generasi harus bisa menjaga komitmen nasional tentang landasan bernegara di tengah dahsyatnya percaturan global di bidang geopolitik, ekonomi, kebudayaan, ilmu pengetahuan, teknologi dan lain-lain.

Semangat baru Kemenag dapat diterjemahkan dengan beberapa kata kunci, diantaranya manajemen pelayanan dan tata kelola birokrasi yang harus semakin baik, penguatan moderasi beragama, persaudaraan, yang meliputi merawat persaudaraan umat seagama, memelihara persaudaraan sebangsa dan setanah air.

“Saya mengajak kita semua mari mengedepankan akal sehat dan hikmah/kebijaksanaan dalam menyikapi berbagai persoalan keumatan dan kebangsaan saat ini maupun di masa-masa yang akan datang,” ucapnya menutup amanat Menteri Agama.

Peringatan HAB ke-75 tahun ini hanya diikuti 97 orang peserta dari total 500 lebih pegawai Kemenag Kabupaten Banyuasin untuk mencegah persebaran COVID-19 yang masih mewabah hingga saat ini. Seluruh peserta upacara juga mengenakan masker.

Sementara itu Kepala Kemenag Kabupaten Banyuasin Arkan Nurwahidin menyatakan, pada peringatan HAB tahun ink pihaknya juga memberikan penganugerahan Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Satya kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) berupa tanda jasa yang dianggap berdedikasi tinggi dalam mengabdi kepada negara.

Penganugerahan ini diberikan kepada 57 Orang ASN masing-masing satu orang dengan pengabdiannya selama 30 tahun, 20 tahun, dan selama 10 tahun.

“Penganugerahan ini sebagai tanda jasa yang telah bekerja dengan penuh kesetiaan kepada Pancasila, UUD, negara dan pemerintah mereka yang telah bekerja dengan pengabdian, kejujuran, kecakapan dan kedisiplinan secara terus menerus selama 10, 20 hingga 20 tahun,” tutupnya.

Selain penyerahan tanda kehormatan Satya lencana Karya Satya, Bupati Askolani juga secara simbolis menyerahkan bantuan hibah uang senilai Rp150 juta dan bantuan hibah barang senilai Rp150 juta, ia juga memberikan bantuan kesehatan berupa 2 kursi roda dari BAZNAS Kabupaten Banyuasin. Peringatan HAB kali ini diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Askolani. (ktr1/dom)

Komentar

Berita Lainnya