oleh

Cek Kesiapan Personil dan Peralatan Sambut Bencana

PALI – Hadapi bencana banjir, longsor dan bencana lainnya saat musim penghujan, tim penanggulangan bencana Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menyatakan siaga penuh dengan mengerahkan personil beserta peralatanya.

Hal itu dikatakan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI Junaidi Anuar SE MSI, saat mengelar apel kesiapsiagaan, gelar pasukan dan peralatan penanggulangan bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung, di lapangan terbang Stanvac, Kelurahan Handayani Mulya.

“Kita telah membentuk tim sesuai instruksi Bupati PALI dalam melakukan penanggulangan bencana. Karena menurut BMKG curah hujan tahun ini bakal lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Dikatakanya, bahwa kegiatan ini dilakukan untuk melihat sejauh mana kesiapan personil penanggulangan bencana di wilayah Kabupaten PALI, yang dihadiri Dandim 0404 muara Enim PALI dan Prabumulih (MPP) Letkol Inf Syafruddin, Sekda PALI Syahron Nazil juga sejumlah kepala OPD dan FKPD dilingkungan Pemkab PALI digelar.

“Tim ini terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Tagana dari Dinsos, PSC 119 dari Dinkes, SatpolPP dan OPD terkait lainnya yang jumlahnya ada 440 personil. Pada giat ini kita bisa melihat sejauh mana kesiapan personil dan peralatan yang ada,” terangnya.

Sementara itu, Dandim 0404 MPP Letkol Inf Syafruddin yang juga sebagai pimpinan apel menyebutkan, bahwa dalam penanggulangan bencana ada tiga strategi.

“Yang pertama adalah personil yang tangguh, kedua peralatan yang lengkap dan terakhir adalah koordinasi.Dalam penanggulangan bencana, perlu paradigma baru agar meminimalisir korban serta kerugian materi,” katanya.

Ditambahkanya, bahwa tim penanggulangan bencana juga telah memetakan daerah-daerah rawan bencana di Kabupaten PALI. Terutama wilayah yang berada persis di hilir sungai Lematang, dan daerah itu sangat berpotensi terjadinya banjir dan longsor.

“Daerah yang rawan bencana ada di Kecamatan Tanah Abang 10 desa, empt desa ada di Kecamatan Penukal Utara, dua desa di Penukal, dua desa di Abab dan ada lima titik di Talang Ubi. Dalam menangggulangi bencana, perlunya mendirikan posko dan menyiagakan pelayanan kesehatan,” pungkasnya. (ebi)

Komentar

Berita Lainnya