oleh

Cerita di Balik Pernikahan Viral, Kaget Didatangi Dua Calon Menantu

SUMEKE.CO- Sekayu – Kisah kasih Suhuan dan dua  istrinya Anggun Andini (17) dan Vopi Anggraini (18) hingga berakhir disatu  pelaminan,  sempat membuat terkejut Sudadi sang ayah dan Piran,  Pamannya. Bagaimana tidak mereka datang di hari yang sama meminta agar dikawinkan dengan putra kesayangannya.

“Mereka datangnya barengan, kita sempat kaget pak. Saya kemudian bertanya kepada Suhuan, betul ini, dia bilang iya, jadi akhirnya kita sebagai orang tua akhirnya memutuskan merestui dan menikahkan,” ujarnya disambangi koran ini di kediamannya di Desa Talang Piase, Kecamatan Lawang Wetan, Muba.

Tidak banyak yang disampaikan Sudadi, dia hanya berharap anak keduanya tersebut bisa langgeng pernikahannya dan akur. “Kita bahagia pak, ya ikut senang selaku orang tua,” tukasnya.

Dirinya pun siap ikut membantu perekonomian sang anak yang sehari-hari bekerja sebagai supir ini. Karena biar bagaimanapun selaku orangtua, Sudadi berharap pernikahan anaknya dengan kedua istrinya langgeng sampai anak cucu.

Sekdes Talang Piase, Piran yang juga Paman Suhuan membenarkan cerita Sudadi, dia menuturkan Anggun dan Vopi datang ke Talang Piase sekitar bulan September awal. Bahkan di hari yang sama, datang terlebih dahulu Anggun sekitar maghrib. Setelah itu sekitar jam 21.WIB ( 9 malamnya )  datang juga Vopi.

“Mereka minta dinikahkan, kita kemudian mencari jalan keluar apalagi karena status mereka kan masih pelajar. Namun karena tetap meminta dinikahi akhirnya kita sepakat, kita melakukan semua sesuai adat, termasuk ngankan salah (mengaku salah),” katanya.

Pihak keluarga Suhuan kemudian mendatangi kedua keluarga perempuan yang hendak dinikahi. “Kita lakukan semua sesuai adat disana, kunjung keluarga, dan adat lainnya. Untuk pernikahan marena masih di bawah umur, akhirnya dinikahkan secara agama dulu.  Nanti kalau sudah cukup umur baru nikah secara negara,” tukasnya.

Untuk akad nikah sendiri pertama kali dilakukan dengan Anggun yang dilakukan di Talang Piase pada 27 September, baru sekitar 23 Oktober akad nikah dengan Vopi dilakukan di Desa Tebing Bulang, dikediaman Vopi. Sementara resepsi kemudian dilakukan Sabtu (26/12) lalu.

“Kenapa resepsinya dibarengkan, supaya adil saja. Gak enak kalau nanti ada yang lebih atau bagaimana,” katanya.

Terkait kehidupan kedua, mereka kata Piran tinggalnya dipisah berdasarkan masukan keluarga dan orang tua. “Yang Vopi tinggak sama neneknya Suhuan, Anggun tinggal mengontrak, sejauh ini tidak ada masalah,” ujarnya.

Anggun, salah satu istri Suhuan yang sempat dijumpai koran ini mengaku mungkin semua ini sudah jalan takdirnya menikah bersama madunya dalam acara resepsi yang sama.

“Saya sudah 3 bulan pacaran dengan Suan, dan kenalnya lewat WhatsApp. Pertemuan pertama kami saat Suan datang ke rumah ngajak jalan,” ujarnya.

Di mata Anggun, Suan merupakan sosok pria baik dan perhatian. Bahkan Anggun mengakui jika dia sudah tahu Suan punya pacar yaitu Vopi. Namun keinginan menikah dengan lelaki yang dicintainya itu juga sangat besar.

“Awalnya saat mengabari orangtua kami mau menikah, orangtua saya terkejut dan sempat dilarang. Tapi saya tetap mau menikah,” ujarnya.

Ia mengaku selama ini belum pernah bertemu dengan Vopi. Baru mengetahui saat akan menikah. Namun karena besarnya rasa cinta anggun terhadap kekasihnya, Suan, pernikahan pun  tak dapat diurungkan lagi dan ia rela berbagi suami dengan Vopi. Saat ini ia harus membagi jadwal bersama madunya, dan sesuai kesepakatan setiap dua hari bergantian.

“Sekarang tinggal terpisah dengannya (Vopi). Dan memang tidak ada niat mau tinggal seatap, Suan juga berbagi 2 malam masing-masing kepada kami berdua” ungkapnya.

Keberadaan Suhuan sendiri saat koran ini menyambangi Desa Talang Piase tengah bekerja. “Jadi sopir mobil minyak di Keluang,” ungkap Anggun. (kur)

Komentar

Berita Lainnya