oleh

Cerita Juarsah Pernah Makan Mie Instan Gosong

MUARA ENIM – Aktif mengikuti gerakan pramuka dimasa-masa sekolah meninggalkan kenangan tersendiri bagi seorang Plt Bupati Muara Enim H Juarsah. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu pernah merasakan pengalaman unik saat mengikuti kegiatan Pramuka bersama rekan-rekannya.

Pengalaman itu diceritakan Juarsah saat menghadiri Musyawarah Cabang Kwartir Gerakan Pramukan Kabupaten Muara Enim 2020-2025 di Hotel Grand Zuri Muara Enim, Kamis (5/3). Dihadapan para anggota, pengurus, dan pembina pramuka, Juarsah menceritakan pengalaman kala ia mengikuti perkemahan. “Waktu dulu kalau berkemah benar-benar berkemah, sekarang bukan berkemah tapi bergedung,” ujar Juarsah membuka cerita.

Kala berkemah,  seperti anggota lainnya Juarsah biasa membawa bekal makanan yang praktis dimasak seperti mi instan. Makanan tersebut ia masak bersama rekan-rekannya untuk mengisi perut ditengah kegiatan berkemah. Entah karena lupa atau lalai, mie instan yang dimasak malah gosong sehingga tak layak makan. “Tapi karena lapar, indomie gosong masih dimakan juga,” kenang Juarsah disambut tawa.

Juarsah mengaku gerakan pramuka sangat berpengaruh bagi kehidupannya hingga saat ini. Menurutnya, pramuka berperan menjadikannya sebagai pribadi yang tangguh dan bersemangat menggapai cita-cita. “Kepada seluruh anggota pramuka tetaplah bersemangat, saya anggota pramuka bisa jadi wakil Bupati,”ujar Juarsah.

Mengenai kegiatan musyawarah cabang yang dilaksanakan,  Juarsah berharap dapat menjadi  revolusi dan evaluasi program kerja secara menyeluruh bagi Pramuka Kwartir Cabang Muara Enim. “Sehingga nantinya dapat sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada di kabupaten Muara Enim hingga dapat mencapai harapan bersama Muara Enim Merakyat,”ungkapnya.

Adapun musyawarah cabang Gerakan Muara Enim bertujuan menyusun kembali pengurus Kwarcab Muara Enim tahun 2020. Menurut Kepala kwartir Muara Enim Rusdi Hairullah, Muscab merupakan forum tertinggi dalam mengambil keputusan dan program kerja kedepan dari semua tingkat kepengurusan kepramukaan ditiap tingkatannya. “Muscab seharusnya dilakukan pada tahun 2021 karena adanya penginduran diri dari Kakwartir sebelumnya hingga dilakukan Muscab ditahun 2020,”ungkap dia.

Melalui forum itu, Rusdi mengharapkan peran Pemkab Muara Enim untuk terus dapat membantu dan memfasilitasi Pramuka kabupaten Muara Enim. “Harapannya akan terbentuk kepengurusan kwartir cabang Muara Enim yang solid dan mampu menyusun program kerja yang berkesinambungan dengan Visi Misi Kabupaten Muara Enim,”paparnya.

Sementara Ketua Kwartir Daerah Sumsel melalui sekertaris Kawarda Amriadi menerangkan  kegiatan pramukan ini merupakan salah satu sarana kependidikan karena pramuka merupakan bagian dari pendidikan. “Maka dari itu pendidikan itu harus berkesinambungan dimulai dari kurikulum yang sudah ada,”pungkasnya.(ozi)

Komentar

Berita Lainnya