oleh

Cerita Mahasiswa asal Tiongkok Terpaksa “Mudik” Lantaran Wabah Corona

SUMEKS.CO – SETELAH 14 hari pulang ke kampung halaman di wilayah Rambang Dangku, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Adam Amrismafasyah (20) mahasiswa Universitas Jiangsu Tiongkok dinyatakan sehat dan tidak ada penyakit yang “dibawa” dari tempatnya menuntut Ilmu terlebih marak wabah virus Corona saat ini. 

“Tepat hari ini (kemarin, red) masa inkubasi kami selesai, sudah 14 hari sejak ketayangan,” ujar Adam. Selama masa inkubasi sampai saat ini, dia mengaku tak masalah dan tidak ada yang sakit. “Jadi bisa dipastikan kami aman,” sebutnya.

Dilanjutkan alumni SMAN 2 Prabumulih itu, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dia bersama teman-teman yang lain saat pulang dari China harus stay di tumah minimal 14 hari. “Karena sudah 14 hari jadi sudah boleh keluar rumah karena sudah bisa dipastikan aman,” terangnya.

Mahasiswa Jiangsu Normal University jurusan International Economic and Trade itu pun mengatakan mendapatkan informasi dari Kampunya kalau libur diperpanjang hingga Maret mendatang. Hanya saja, belum ada tanggal pasti kapan mulai prises belajar-mengajar. 

Kendati belajar tatap muka di kelas belum mulai, per tanggal 18 Februari bakal dimulai kelas online. “Jadi belajar lewat laptop di rumah masing-masing, seperti video streaming atau video call seperti itu nanti kelasnya,” sebutnya.

Dalam kesempatan itu, Adam juga bercerita selama masa inkubasi dia merasa sedikit bosan karena tak pernah keluar rumah. Selama masa inkubasi itu pula, dia hanya membaca materi kuliah untuk mengurangi bosan. “Terus setelah selesai ini berasa legah juga, jadi bisa yakini orang bahwa kami benar-benar aman dan juga mulai bisa melakukan aktivitas lain,” jelasnya.

Dilanjutkan pria kelahiran Prabumulih, 1 Maret 2000 itu. Selama berada di kampung halaman, dia bersama dua temannya sesama mahasiswa Jiangsu Normal University, Fauzan (Prabumulih) dan Rijal (OKI) sama-sama menjalankan bisnis keluarga Fauzan. 

“Jadi orang tua Fauzan kan ada bisnis rumahan yang sudah lama tidak beroprasi, jadi kami dikasih izin menjalankan bisnis ini selama kami libur. Lumayan untuk pengalaman dan seseran,” terangnya seraya menyebut bisnis yang ditekuni ketiganya yakni pengelolahan plastik.

Sementara Fauzan, mahasiswa Jiangsu Normal University yang saat ini tinggal di Kelurahan Muara Dua, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih juga sudah menyelesaikan masa inkubasi dan dinyatakan sehat. Dia bersama Adam, selain mengikuti sekolah online juga bersama-sama menjalankan bisnis orang tua nya yang selama ini vakum.
Sebelumnya, pria berambut pirang itu mengaku senang bisa pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga nya. “Alhamdulillah tidak ada gejala flu, normal-normal saja, bahkan suhu tubuh juga normal,” ujarnya.

Selain itu, Universitas tempatnya menimba ilmu juga sedang libur winter dan dia bersama teman-teman lainnya memutuskan pulang ke Indonesia selain juga sering menerima telfon dari orang tua yang menghawatirkan keadaannya. (chy)

Komentar

Berita Lainnya