oleh

Cetingi Dirusak Oknum tak Bertanggungjawab

10 Pendaki Dempo Diblacklist Selama 3 Tahun

PAGARALAM – Ulah nakal dari oknum yang tidak bertanggungjawab, dengan melakukan perusakan terhadap kayu panjang umur atau Cetingi, ketika melakukan pendakian di puncak Dempo, berbuntut dengan diberikannya sanksi tegas oleh pengurus Balai Registrasi Gunung Merapi Dempo (BRIGADE) Kota Pagaralam.

Kali ini, pengurus BRIGADE Kota Pagaralam memblacklist 10 orang oknum pendaki dari luar Pagaralam, yang tidak bertanggungjawab dengan merusak Cetingi, serta tidak mematuhi aturan dan tata tertib, yang telah diberlakukan BRIGADE untuk para pendaki puncak Dempo.

Sanksi diberikan ini pun merupakan keputusan yang berat, akan tetapi tetap harus dilakukan, dengan mengambil sikap dan tidak bisa mentolerir lagi kesalahan yang diperbuat.

Ketua BRIGADE Kota Pagaralam Arindi menuturkan, jika ke-10 oknum pendaki ini, telah melakukan kesalahan yang sudah tidak bisa ditolerir lagi, yakni merusak tanaman kayu panjang umur, merupakan tanaman endemik yang dilindungi dan ada sanksi pidananya. “Black list yang kita berikan ini, adalah satu tindakan yang cukup berat, kendati ada pengurus BRIGADE yang menginginkan, kalau hal ini harus di bawa ke ranah hukum, untuk memberikan dan menjadi efek jera,” ujarnya.

Namun demikian kata Arindi, sanksi ataupun black list yang diberikan kepada 10 oknum pendaki tersebut, selain mereka mendapatkan sanksi disiplin dan juga diblacklist selama 3 (tiga) tahun di Dempo. “Sanksi tegas yang kita berikan, lebih lama daripada sebelasa pendaki sebelumnya, yakni larangan pendakian ke Puncak Dempo selama tiga tahun,” tegasnya.

Menurut Arindi, adapun runut kronologis kejadian yang dilakukan 10 oknum pendaki itu, diketahui saat Tim Ranger turun untuk mengevakuasi kesepuluh onkum pendaki itu di Pintu Rimba, karena diketahui ada salah seorang dari mereka (Pendaki) yang mengalami kesurupan. “Ketika dievakuasi ke Posko BRIGADE salah seorang petugas, tanpa sengaja menemukan Barang Bukti (BB) kayu panjang umur tersebut di dalam kantong kresek,” terangnya.

Mirisnya lagi, sebut Arindi, salah seorang dari pendaki ini ada yang lagi halangan, yang sebelumnya sudah diingatkan untuk menunda pendakian, namun masih tetap nekat dan juga mengaku dalam keadaan sehat. “Dan saat di evakuasi kesalahan lain, yang didapati dari 10 oknum pendaki ini, adalah jumlah sampah yang mereka bawa turun dari Puncak Dempo, tidak sama dengan jumlah logistik yang di registrasi sebelum pendakian,” tegasnya.

Arindi menambahkan, bahwasanya black list salahsatu tindakan yang cukup berat, akan tetapi ini harus dilakukan untuk memberikan efek jera kepada pendaki yang melanggar. “Kita berharap kedepannya hal ini, akan menjadi pelajaran bagi calon pendaki lainnya, bahwasanya saat ini pendakian ke puncak GAD, sudah berangsur ditertibkan dengan peraturan-peraturan yang akan diberlakukan bagi pendaki,” pungkasnya. (ald)

Komentar

Berita Lainnya