oleh

Cinta SFC Tapi Terpaksa Harus Pamit

SUMEKS.CO – Stoper Erwin Gutawa memutuskan keluar dari Sriwijaya FC meski jasanya masih dibutuhkan tim berjuluk Laskar Wong Kito arungi Liga 2 2021.

Dia terpaksa pamit karena ingin menjaga dapur tetap ngebul selama pandemi Covid 19. Sejak menerima gaji terakhir dari Sriwijaya FC awal Januari, dia terus menguras tabungan untuk hidupi keluarga.

“Saya tidak ada kerja, pemasukan gak ada karena memang gak ada yang dikerjakan. Tarkam, undangan jadi bintang tamu di pertandingan kampung juga gak ada selama kompetisi off. Jadi ya sejak Januari itu saya tidak ada pemasukan apa-apa malah tabungan terkuras habis. Karena itu ketika ada tawaran main dari PSM di Piala Menpora, langsung saya ambil.

Gak perlu pikir panjang karena saya harus hidupi anak dan istri. Demi priuk nasi,” terang Erwin ketika dihubungi kemarin (8/3). Di PSM, jasa Erwin dihargai lumayan. Dia mendapat gaji hampir Rp20 juta per bulan. Hati Erwin tenang melihat nilai kontrak itu. Kedua anak dan istrinya bisa terjamin kehidupannya. Beda jika dia harus menunggu janji dari manajemen Sriwijaya FC.

“Saya memang dikontak Pak Indrayadi dari Sriwijaya FC. Hanya diomongin lewat telpon jika dibutuhkan untuk musim 2021 tapi gak ada ikatan apa-apa. Apakah itu tanda jadi atau uang muka juga gak ada. Sementara saya ada dua anak dan istri. Saya tidak akan pamit jika Sriwijaya FC melakukan aksi nyata untuk menjaga pemainnya tetap setia,” ujarnya.

Diakui Erwin, yang dibutuhkan saat ini adalah kepastian. Dia akan berlabuh dimanapun klub itu berada asalkan ada kepastian. Apakah itu di Liga 1 atau Liga 2. Apakah itu di PSM atau Sriwijaya FC.

“Saya cinta Sriwijaya FC saya ingin tetap di sana, ada kekeluargaan di sana. Tapi memang situasi membuat saya harus pergi dulu ke PSM. Kembali ke kampung halaman dan berjuang berikan yang terbaik untuk klub tempat kelahiran,” cetusnya.

Bagi Erwin, PSM bukan klub pertama yang dibela di Liga 1. Sebelumnya dia pernah menjadi bagian klub Liga 1, yaitu Persela Lamongan. Kebersamaannya dengan Persela hanya berlanjut selama tiga bulan saat berjuang di turnamen pramusim.

Dia memutuskan tidak lanjutkan kontrak karena ada panggilan dari Martapura FC. “Bagi saya, siapa yang butuh dan serius saya datang. Setelah Piala Menpora jika Sriwijaya FC masih berjodoh ya kenapa tidak.

Tapi jika memang ada klub lain yang lebih serius ya gak apa-apa juga kan? Namun jika diminta memilih, saya berharap bisa lanjut di PSM karena ini klub Tanah kelahiran saya. Ada kebanggaan tersendiri bisa berjuang untuk Tanah kelahiran,” ucap pemain asal Tonra, Bone.(kmd)

 

Komentar

Berita Lainnya