oleh

Cokelat Berbentuk Unik Ini Paling Laris di Hari Valentine

SUMEKS.CO – Hari Kasih Sayang atau yang dikenal dengan Valentine’s Day jatuh setiap 14 Februari. Euforianya bisa dilihat dari barang-barang khasnya yang mulai gencar diperjual-belikan. Misalnya saja seperti bunga, boneka, dan yang tidak boleh terlewat adalah sekotak cokelat. Sayang tahun ini euforia itu tampak berkurang. Meski begitu, cokelat berbentuk penis tetap menjadi best seller.

Hal tersebut dirasakan salah satu industri cokelat rumahan, Cokelat Nyoman. I Made Wira Astika Suberna selaku pemilik mengatakan, tahun lalu dia mampu menjual lebih dari 200 box cokelat. Mulai dari cokelat biasa hingga yang berkarakter. Dia mengaku pada saat Valentine’s Day, pihaknya sibuk membuat dan membungkus cokelat pesanan pembeli.

Berbeda dengan tahun ini yang santai karena sepi pembeli.“Sekarang ini setelah pandemi penjualan menjadi menurun. Mungkin karena masa sulit di waktu pandemi masyarakat lebih mengutamakan membeli kebutuhan pokok daripada untuk merayakan valentine,” ujarnya saat diwawancari, Minggu (14/2).

Untuk Valentine’s Day kali ini, orderan yang diterima hanya sebanyak 150 box cokelat. Selain menjual cokelat, Astika juga menjual buket uang, bunga, dan snack. Yang mana penjualan buket pun juga mengalami penurunan yang drastis. Karena tergerus pandemi, Cokelat Nyoman yang awalnya mempunyai store sendiri, mesti angkut barang dan berjualan di rumah.

“Dulunya kami punya store, tapi karena pandemi dan penjualan sepi, kami ngontrak juga tidak bisa. Jadi kami jualan dari rumah, terima order melalui medsos,” katanya, yang telah membuka usaha cokelat dari lima tahun lalu tersebut.

Kendati demikian, Astika mengaku, cokelat buatannya tetap menjadi incaran. Terutama cokelat buatannya yang berbentuk penis laki-laki masih menjadi best seller. “Cokelat kami yang best seller itu cokelat berbentuk penis. Karena kami hanya mengeluarkan saat valentine. Cokelat ini sudah terpesan 20 box hari ini. Yang lainnya biasa, karena disediakan setiap hari,” ungkapnya.

Karena dinilai unik, cokelat penis tersebut banyak diburu saat debut tiga tahun lalu. Bahkan cokelat buatannya tersebut sempat viral di medsos dan banyak masyarakat yang tertarik memesan. “Yang beli kawula muda, tapi ada bapak-bapak juga yang beli. Cewek-cowok sama saja, sih,” katanya.

Astika mengisahkan, ide awalnya berangkat dari keisengannya scrolling alat dan bahan untuk usahanya di internet. Pada salah satu online market di luar negeri, dia menemukan pencetakan cokelat yang tidak biasa. Karena menarik dilihatnya, Astika mencoba untuk memesan. “Awalnya itu cetakannya beli di luar negeri, karena di Indonesia tidak ada. Lucu saja lihatnya, jadi iseng beli. Sampai di sini kami buat saja cokelatnya dengan cetakan penis itu. Ternyata sampai sekarang jadi satu-satunya di Bali selama tiga tahun ini,” jelasnya.

Dia mengakui, untuk proses pembuatan cokelatnya cukup sulit terutama cokelat jenis karakter. Dia dan dua orang timnya bisa mengerjakan cokelat karakter tersebut sampai dua jam lamanya. “Pengerjaannya makan waktu karena kami lukis sendiri dengan tangan. Step by step kami kerjakan, itu mengapa cokelat karakter lebih tinggi harganya daripada yang lain. Untuk bahan bakunya sendiri kami gunakan cokelat blok,” katanya.

Terkait harga, pihaknya memasang tarif mulai dari Rp 20 ribu untuk yang termurah, sampai Rp 150 untuk cokelat termahal. “Untuk buket dari Rp 100 ribu sampai dengan Rp 400 ribu. Setiap tahun kami inovasi bentuk-bentuk cokelatnya. Sekarang kartun,” sebutnya. (ika/aja/be/jp)

Komentar

Berita Lainnya