oleh

Corona Oh Corona, Harga Karet Anjlok Juga di Pali

PALI – Harga getah karet mingguan di wilayah Bumi Serepat kembali anjlok, diduga akibat dampak merebaknya virus corona yang mulai memasuki wilayah Indonesia, sehingga membuat ekspor getah karet ke negara China terputus.

Dimana, harga karet yang sejak dua pekan lalu masih diangka Rp7 ribu perkilogramnya dibeli oleh pengepul. Kini harganya hanya sekitar Rp6 ribu perkilogramnya, dan kemungkinan akan terus mengalami penurunan.

Seperti terpantau di pasar getah Simpang Raja, Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kamis (6/2), harga getah paling tinggi hanya menembus angka Rp6.200 perkilogramnya.

“Bukan turun pak, tapi sudah terjun bebas harga getah karet ini, sebab minggu lalu harga getah mencapai Rp7 ribu perkilogramnya. Tapi, sekarang hanya R6.200 perkilogramnya pak,” ujar Sapri, salah satu petani setempat.

Dengan turunnya harga getah diakui Nasar bahwa omsetnya turun drastis hingga 25 persen, karena sering kali hujan turun.

“Sudah turun, produksi getah juga berkurang karena sering ditimpa hujan. Kami hanya pasrah hadapi kondisi ini, dan percuma juga meminta pemerintah untuk menaikan harga getah, kami hanya minta kepada pemerintah untuk menekan harga kebutuhan pokok,” harapnya.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI Erizon mengatakan, bahwa petani bisa ajukan permohonan bantuan melalui kelompok tani yang didampingi petugas penyuluh lapangan.

“Kami juga berupaya memberikan solusi lain agar petani tidak tergantung pada hasil sadapan karet saja, supaya ketika harganya jatuh, ada sumber lain yang bisa menopang penghasilannya. Saat ini kita kembangkan tanaman serai wangi, sebab tanaman tersebut saat ini nilai jualnya cukup tinggi,” katanya. (ebi)

Komentar

Berita Lainnya