oleh

Covid-19 Bisa Menular di Pesawat, Warga Singapura Diminta Tak Berlibur

SUMEKS.CO – Paruh kedua tahun 2020 bakal masih dilalui tanpa wisata atau rekreasi. Pandemi Covid-19 masih terus berlangsung sampai vaksin ditemukan. Karena itu, Singapura meminta warganya tidak melakukan perjalanan liburan. Apalagi gelombang kedua pandemi di negara itu tetap harus diwaspadai.

Berbicara di webinar soal Covid-19 yang diadakan The Straits Times, Dekan Universitas Nasional Singapura, Profesor Teo Yik Ying dari Swee Hock School of Public Health, mengatakan penularan bisa terjadi di tempat-tempat wisata. Perjalanan dan akomodasi juga belum aman.

“Ketika bepergian, maka akhirnya terpapar oleh banyak faktor dan itu di luar kendali kami. Transmisi Covid-19 dapat terjadi di pesawat, di hotel atau di tempat-tempat wisata lokal,” ujarnya seperti dilansir dari The Straits Times, Jumat (24/7).

Mencontoh Australia, dia mengatakan negara itu hampir menghilangkan kasus Covid-19 bulan lalu. Tapi sekarang telah melaporkan wabah baru di Melbourne dan New South Wales. Begitu juga di Hongkong.

“Jika kita melihat apa yang terjadi di Hongkong dan Australia sekarang, situasinya berubah sangat cepat dalam waktu dua hingga empat minggu,” jelasnya.

“Saya pikir jangan melakukan perjalanan keluar dari Singapura,” kata Prof Teo.

Komentarnya datang beberapa hari setelah Menteri Pembangunan Nasional Lawrence Wong mengatakan perjalanan liburan tidak mungkin diizinkan tahun ini. Hanya perjalanan bisnis yang penting yang masih dimungkinkan.

Wong mengatakan kecil kemungkinan infeksi di seluruh dunia akan hilang pada akhir tahun ini. Dan perjalanan akan berisiko.

Seorang konsultan penyakit menular senior di Rumah Sakit Universitas Nasional, Profesor Dale Fisher, mengatakan kuncinya adalah kepercayaan pada sistem dan proses kesehatan masing-masing negara, serta manajemen dan pengendalian kasus Covid-19. Dan protokol kesehatan harus tetap dipatuhi. (Marieska Harya Virdhani/JawaPos.com)

 

Komentar

Berita Lainnya