oleh

Covid-19 Bukan Hoax, Makin Menggila, Pemkot Minta Peran Semua Masyarakat 

PAGARALAM – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid 19 Kota Pagaralam sekaligus Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni mengingatkan, bahwasannya minggu ini Covid-19 begitu menggila.

Angka penularan selalu diatas tiga ribu, namun Indonesia memilih tidak lockdown lebih memilih Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Sekarang akibatnya, kita tidak lockdown akan tetapi negara lain me lockdown. Kita per hari ini saja tidak bisa masuk ke wilayah Malaysia. Diharapkan peran kita semua disiplin patuhi protokol kesehatan covid-19.

Pasalnya secara nasional kita sudah mengabaikan covid-19, kita melihatnya hanya sebagai Hoax sebagai sesuatu tidak perlu ditakutkan,” jelasnya.

Padahal sambung Kak Pian, Kota Pagaralam hanya sedikit angka yang terpapar covid-19 secara administrasi hanya sebanyak 13 orang positif, tetapi dicontohkan dari semua itu dampak dari kebijakan negara lain yang melarang warga kita masuk ke negara lain.

“Tidak perlu saya jelaskan pasien corona yang meninggal yang buat saya sedih sudah meninggal masih harus diasingkan. Tidak bisa dimakamkan ditempat umum orang yang ramai namun tersendiri sedangkan Kota Pagaralam sudah menyiapkan di Simpang Padang Karet. Jakarta saja sudah kekurangan lokasi pemakaman corona harus menyiapkan lokasi baru,” ucapnya

Tegas Kak Pian, dirinya berharap dan minta kesadaran semua tentang covid-19. Ini tidak main main, bukan hanya sekedar flu karena 87 persen yang memiliki penyakit penyerta meninggal oleh covid-19. Saat ini saja Muara Enim sudah ada sebanyak 400 lebih terpapar covid-19, berarti sudah dekat dengan Pagaralam.

“Covid-19 itu ada dan sudah sampai ke Kota Pagaralam dan ada yang meninggal. Saya minta tidak ada yang sedekah. Kedepan saya minta Lurah bekerjasama dengan Sat Pol PP dan Polres jangan salahkan kami kalau dibubarkan, karena ini instruksi Presiden. Pasalnya sudah disampaikan kesehatan harus utama.

Kalau kesehatan baik, ekonomi akan ikut baik. Sebaliknya kalau ekonomi baik, namun kesehatan jelek ekonomi tidak akan berjalan baik. Untuk itu, tolong kita dengarkan Pak Presiden kita,” tegas Kak Pian seraya menambahkan camat lakukan pendekatan persuasif diimbau kalau masih mengindahkan  bubarkan karena Undang undang yang mengaturnya. (ald)

 

 

Komentar

Berita Lainnya