oleh

Covid 19 Ubah Peta Rivalitas Liga 2

JAKARTA – Vakum kompetisi akibat pandemi Covid 19 tidak hanya menghancurkan mood para pelaku sepakbola. Peta kekuatan di Liga 2 juga ikut alami pergeseran. Bahkan saat ini bisa dikatakan sulit ditebak.

Ini sebagaimana dikatakan Pelatih Sulut United Ricky Nelson. Eks arsitek Badak Lampung FC ini mengakui bahwa situasi saat ini membuat kekuatan setiap tim tidak bisa dibaca. Mengingat, Kick off Liga 2 yang direncanakan Februari membuka peluang setiap klub melakukan perubahan komposisi pemain demi mengejar target yang dibebankan oleh manajemen.

“Menurut saya, saat ini semua tim menjadi lawan berat. Ini karena kita tidak tahu seperti apa petanya. Jadi prinsipnya, kami harus selalu siap melawan semua tim,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, sebelum libur kompetisi diterapkan, peserta Grup D Liga 2 PSMS Medan, Muba Babel United, Sriwijaya FC, juga Sulut United menjadi tim yang paling disegani. Mereka memiliki materi pemain jempolan. Apalagi PSMS Medan yang ke Jor-joran datangkan pemain top Liga 1.

Aksi ini kemudian diikuti Babel Muba United yang menampung mayoritas pemain buangan dari Sriwijaya FC. “Jadi saat ini kekuatan setiap tim tidak bisa ditebak. Sulut sendiri masih menunggu kepastian kompetisi bisa dihelat atau tidak,” terang Ricky. “Biasanya kami menggelar latihan sebulan sebelum kick off,” lanjutnya. (kmd)

Komentar

Berita Lainnya