oleh

CSR Pertamina Ubah Kehidupan Warga Kampung Pedado

-Ekbis-69 views

SUMEKS.CO – PT Pertamina tidak hanya memastikan didistribusi energi terpenuhi dan merata. Tetapi perusahaan milik negara ini pun berkontribusi besar membangun negeri. Buktinya nyata, di kota Palembang terdapat Kampung Pedado yang berada, Kecamatan Keramas ini menjadi centra binaan. Perusahaan kebanggan masyarakat Indonesia ini membangun kemandirian lokal dengan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat (enterpreneur).

Lokasi kampung Pedado sebenarnya tidak terlalu jauh dari pusat kota. Jaraknya maksimal 8 km, hanya saja sebagian penduduknya berada di perairan dan pinggiran Sungai Musi membuat masyarakat keterbatasan akses. Ya, untuk ke kota harus menggunakan perahu kecil sekitar 20 menit untuk sampai ke kawasan Keramasan.

Tak pelak, masyarakat di sana harus berjuang extra agar memiliki kehidupan ya layak. Kehadiran PT Pertamina lewat program CSR Pemberdayaan Masyarakat sejak 2016 lalu mengubah kehidupan di sana. Mulai dari Rumah Belajar Ceria (RBC) plus gazebo, rumah jamur, rumah herbal, hydroponik hingga rumah kreatif.

Saat menginjakan kaki ke kampung Pedado, dari depan pun sudah terlihat plang binaan perseroan tersebut. Masuk dari depan, sekitar 500 meter, Berdiri kokoh bangunan berukuran sekitar 20×20 meter bercat hijau, disampingnya terdapat gezobo dan rumah jamur. Lalu masuk ke dalam pemukiman masyarakat terhadap hydroponik.

Penanggung Jawab Program, Adrian menceritakan, awalnya kehadiran RBC yang menjadi kilas balik perubahan kehidupan masyarakat disini pada 2014 lalu. Saat itu banyak pelajar disini yang boleh dibilang belum mendapatkan pendidikan maksimal. Sejak saat itu, tergerak beberapa pemuda untuk membantu dengan mendirikan RBC yang sangat sederhana. “Waktu itu ada anggota yang lewat mengunakan motor, dan bertanya dengan anak di sana. Dimana sekolahnya ? . Ternyata askes ke sekolahnya sangat jauh dan banyak yang tidak mengenyam bangku sekolah,” katanya.

Makanya, kata Adrian, anggota yang terdiri dari mahasiswa dan pekerja berinsiatif mendirikan RBC yang sederhana. Niat awalnya memberikan pendidikan lebih dan juga semangat belajar serta pantang menyerah. “RBC ini bukan sekolah formal sedekar kelas tambahan untuk memberikan motivasi. Tapi untuk PAUD sudah formal,” sebutnya.

Kemudian, pengurus mengajukan bantuan Pertamina dan gayung bersambut dengan memberikan komitmen besar berupa pendanaan setelah melalui beberapa tahap seperti pengajuan proposal. “Jadi RBC selain pendidikan juga pemberdayaan masyarakat,” ungkap dia.

Sejak berdiri, kata dia, sudah ratusan siswa yang bergabung dan mereka pun sudah menamatkan pendidikan disekolah formal. Saat ini yang aktif untuk PAUD 40 siswa dan siswa SD dan SMP sekitar 130. Luar biasa, semangat mereka sekolah sangat tinggi dan memberikan dampak positif terhadap siswa lainnya. “Mereka pun berprestasi ,”

Lanjut dia, bantuan yang diberikan Pertamina sifatnya program CSR, seperti Pemberdayaan pembibitan jamur dan hydroponik, perahu literasi dan rumah kreatif dan saat ini tengah dibangun rumah herbal. Jadi banyak yang dibangun Pertamina.

Harapannya pada 2024 kampung Pedado menjadi mandiri dan bisa berdiri sendiri dengan pemberdayaan dan program yang dilaksanakan sehingga dapat di lepas. “Dengan begitu, sentuhan kawasan lain lagi. Semakin banyak kawasan Pedado maka membuat sejahtera masyarakat dan tidak bergantung,” ungkap dia.

Saat ini, masih kata dia, bertahap menuju ke kampung Madani. Karenanya, pembedayaan dan pelatihan masih terus dilakukan. Seperti pemasaran , pembibitan, pelatihan dan lainnya. “Semua masih bantuan Pertamina, ”

Region Manager Communication & CSR Pertamina Sumbagsel Rifky Rakhman Yusuf mengatakan,  kampung Pedado menjadi kawasan yang masuk program.
Selain mendidik anak-anak, Rumah Baca Ceria Pertamina juga memberdayakan orang tua murid dengan mengajarkan kerajinan membuat keset.
“Belakangan, kami mengembangkan program CSR di Kampung Pedado ini selain pendidikan juga berupaya membangun kemandirian masyarakat lewat usaha Rumah Jamur”

Rumah Jamur yang dikelola masyarakat Kampung Pedado kini menghasilkan rerata 20 kg jamur organik segar setiap hari, dengan omzet rerata Rp. 12 juta per bulan. Ada 20 kelompok dari masyarakat Kampung Pedado yang aktif mengusahakan budidaya jamur di Rumah Jamur Pertamina.

Saat ini, jamur yang dihasilkan dijual ke pasar lokal maupun melalui pemasaran daring. Permintaan dari pasar ritel modern sudah ada, namun kapasitas produksi saat ini masih belum mampu memenuhi permintaan tersebut. “Potensi pengembangan ekonomi dari budidaya jamur ini masih besar, dalam bentuk hasil olahan jamur menjadi produk makanan seperti nugget, bakso bahkan brownies.

Ke depan, selain Rumah Baca Ceria dan Rumah Jamur, CSR SMEPP Pertamina berencana mengembangkan Kampung Pedado sebagai salah satu dari Desa Binaan Pertamina.

Dikatakan, semua ini selaras dengan keberadaan Pertamina yang ingin berkontribusi terhadap negeri. sebagai salah satu perusahaan BUMN terbesar di Indonesia, PT Pertamina memiliki dua tanggung jawab besar. Pertama, meningkatkan profit dalam rangka meningkatkan kesejahteraan negara dan kedua, melaksanakan tanggung jawab sosial serta lingkungan.

Peran dan tanggung jawab sosial Pertamina dilaksanakan salah satunya melalui SMEPP & SR (Small Medium Enterprise Partnership Program & Social Responsibility) atau lebih dikenal dengan sebutan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), sebagaimana yang diatur dalam Permen-02/MBU/7/2017 tentang Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Badan Usaha Milik Negara. (Yun)

Komentar

Berita Lainnya