oleh

Curi Toko Sambil Kuras ATM

PALEMBANG – Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polrestabes Palembang mengamankan satu pelaku pembobolan pencurian toko yang diketahui bernama Ismail (32), warga Lr Oxido, Kelurahan 1 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I Palembang.

Ps Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Edi Rahmad melalui Kanit Pidum dan Tekab 134 AKP Robert P Sihombing mengatakan ditangkapnya pelaku pembobolan pencurian toko di tempat persembunyiannya di Lr Oxido Palembang, Rabu (18/11) kemarin sekitar pukul 13.00 WIB.

Tersangka berdasarkan laporan korban Suryanto (30), di Jl KH Wahid Hasyim, Lr Semeru, Kelurahan Tuan Kentang, Kecamatan Jakabaring Palembang melaporkan kejadiannya ke Polrestabes Palembang.

Menindaki laporan korban, anggota kepolisian Unit Pidum dan Tekab 134 pimpinan AKP Robert P Sihombing, langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan dan penyidikan untuk meringkus pelaku.

“Ketika keberadaannya diketahui, salah satu pelaku langsung kami amankan di tempat persembunyiannya,” ujarnya, Kamis (19/11).

Lanjut, Robert mengaku untuk modus pelaku berdasarkan dari rekaman CCTV, yakni pelaku masuk toko milik korban dengan cara menjebol atap toko sekitar pukul 03.17 WIB, lalu masuk dan mengambil barang berharga milik korban.

Kemudian ketika korban mengecek saldo di M Banking kartu ATM BCA miliknya, ternyata uang tabungannya sebesar Rp110 juta sudah ditransfer ke rekening BCA rekan pelaku yang melakukan aksi pembobolan toko berinisial RB.

“Selain itu, masih ada dua pelaku lagi dari rekan pelaku Ismail yang kita kejar, identitasnya sudah kita ketahui. Pasal yang dikenakan terhadap pelaku yakni 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan ancaman diatas 5 tahun penjara,” ungkapnya.

Akibat pembobolan yang dilakukan pelaku tersebut, korban kehilangan 1 unit laptop merek Toshiba, 7 bungkus rokok Magnum, 1 pucuk airsoftgun, 1 buah tas selempang warna hitam yang berisikan kartu ATM dan uang tunai sebesar Rp6 juta rupiah.

Tempat, sama pelaku Ismail mengakui bahwa dirinya melakukan aksi pencurian di toko milik korban tidaklah sendirian, melainkan bersama dua rekannya berinisial RB dan DD yang masih dalam pengejaran petugas kepolisian.

“Hasil mencuri itu, saya mendapat bagian uang sebesar Rp 8,5 juta. Uangnya saya belanjakan keperluan sehari-hari seperti pakaian dan makanan. Terpaksa mencuri, karena tidak ada pekerjaan,” tutup Ismail menyesali perbuatan yang telah ia lakukan. (Dey)

Komentar

Berita Lainnya