oleh

DA1 Penuh ‘Tipex’ Jadi Pemicu Kericuhan Pleno di Empat Lawang

-Headline-610 views

Ini salah satu pemicu kericuhan hingga bentrok pleno rekapitulasi tingkat kabupaten oleh KPU, hari ini, Selasa (7/5). Puncaknya saat dibuka DA1 kecamatan Lintang Kanan. Ditemui DA 1 untuk partai PAN dan Hanura penuh dengan tip-ex.

Spontan saksi Golkar dan Hanura tidak terima melihat DA1 tersebut. Kericuhan pun terjadi di dalam gedung DPRD, yang dijadikan lokasi rapat pleno tingkat kabupaten. Di luar, puluhan massa dari Kecamatan Lintang Kanan, Kabupaten Empat Lawang menggeruduk Kantor DPRD Kabupaten Empat Lawang.

Kantor dewan ini memang dijadikan lokasi pleno rekapitulasi tingkat kabupaten oleh KPU, hari ini, Selasa (7/5) dimulai sekitar pukul 11.00 WIB.

Sebelumnya aksi berjalan damai dan tertib, namun aksi berujung ricuh sekitar pukul 16.20 WIB, sore ini.

Massa dengan aparat terjadi bentrok, massa melempar batu ke dalam gedung karena tidak boleh masuk ke kantor DPRD. Massa juga berusaha membuka pintu pagar,  tapi dihadang aparat.

Kericuhan juga terjadi di dalam gedung DPRD, yang dijadikan lokasi rapat pleno tingkat kabupaten.

Informasinya saksi Caleg dan massa Raka Warsi minta dibuka kotak c1 hologram.

Sesuai dengan kesepakatan bersama yang ditandatangani diatas materai. Tapi KPU tetap tidak mau membuka kotak dan masih melanjutkan pleno.

Sementara pantauan wartawan di dalam ruang rapat pleno, sejak awal dimulai rapat pleno untuk DPRD Kabupaten sudah diwarnai  interupsi dan sanggahan dari saksi parpol Golkar dan Nasdem.

Mereka meminta KPU membuka C1 plano, namun lucunya pihak Bawaslu dan KPU malah berdebat tentang aturan.

Bahkan, Ketua Bawaslu Rudianto menyebut KPU Empat Lawang “Bango (Bodoh,red)”.

KPU pun hanya membatasi saat itu untuk membuka DA1, tapi berkeras tidak mau membuka C1 plano dengan alasan ada tahapan selanjutnya.

Puncak keributan pun terjadi saat dibuka DA1 kecamatan Lintang Kanan. Ditemui DA 1 untuk partai PAN dan Hanura penuh dengan tip-ex itu.

Lagi-lagi suasana panas dengan KPU melarang saksi untuk melihat secara langsung DA1 tersebut. Lalu memerintahkan dua saksi yakni dari partai Golkar dan Nasdem untuk duduk. Tiba-tiba kericuhan terdengar dari luar ruang rapat pleno. Suara tembakan pun terdengar, massa pun langsung meminta KPU berlaku jujur.

Namun lima komisioner KPU Empat Lawang lari lalu meninggalkan ruang rapat pleno. Pihak keamanan pun langsung menjaga kondisi di ruang rapat pleno. Semua pihak diminta tenang dan bersabar. “Saya pinta jangan ribut, semuanya sabar,” kata Kapolres Empat Lawang AKBP Eko Yudi Karyanto didalam ruang rapat pleno. Sementara bentrok aparat dan massa masih berlangsung diluar gedung hingga berita ini diturunkan. (hendro/jpg)


 

Komentar

Berita Lainnya