oleh

Daerah Bermasalah ? Humas Mabes Polri, Mutasi Itu Penyegaran Biasa

-Headline-173 views

Sumeks.co-Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo membenarkan surat telegram Kapolri ini. Dia menyebut rotasi ini dalam rangka promosi dan penyegaran di tubuh organisasi Polri.

“Mutasi ini adalah hal yang alami dalam organisasi Polri sebagai tour of duty and tour of area, penyegaran, promosi dan dalam rangka peningkatan performa kinerja organisasi menuju SDM unggul dan promoter,” kata Dedi.

Sedangkan Asisten SDM Kapolri, Irjen Pol Eko Indra Heri membantah jika rotasi ini terkait insiden di tiga wilayah hukum tersebut. Seperti kerusuhan di Papua, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau dan tewasnya 2 mahasiswa akibat unjuk rasa di Sulawesi Tenggara. “Rutin saja (tidak berkaitan dengan insiden di setiap wilayah),” tegas Eko.

Apakah Termasuk Daearah Bermasalah? Seperti diketahui, wilayah Riau, Sultra, dan Papua tengah menjadi sorotan. Di wilayah Riau terjadi kebakaran hutan dan lahan (Kahutla).

Karhutla itu berdampak pada kabut asap parah. Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebelumnya sempat mengancam akan mencopot Kapolda hingga Kapolsek yang gagal mengatasi karhutla.

“Kalau seandainya di Polda dari penilai ada yang tidak terkendali dan tidak ada upaya maksimal apalagi penangkapan nggak ada, out. Mau Kapolda, Kapolres, Kapolsek, out. Tim sudah dibentuk dan bergerak mulai hari ini,” ujar Tito seusai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi di Novotel Pekanbaru, Riau,.Hal itu diungkapkan Jenderal asal Palembang pertengahan bulan lalu.

Sementara di Sultra, dua mahasiswa Unversitas Halu Oleo tewas usai demonstrasi menolak RUU kontroversial di gedung DPRD Sultra. Randi tewas tertembak. Sedangkan Yusuf Kardawi tewas karena terkena benda tumpul di kepala.

Gelombang protes muncul akibat kejadian itu. Salah satu tuntutan massa yakni meminta Kapolda Sultra Brigjen Irianto dicopot.

“Kami bawa tiga tuntutan untuk Kapolri yaitu meminta Kapolda Sultra dicopot dari jabatannya, usut tuntas pelaku penembakan dan meminta pelaku dihukum seberat beratnya. Tuntutan ini kami harap bisa dibawa oleh Kapolda Sulteng agar sampai di Mabes Polri,” kata Hismawan Jasmin, Korlap Aksi massa IMM Palu saat orasi.

Sedangkan di Papua, terjadi gelombang kericuhan. Teranyar kericuhan di Wamena yang menewaskan 30 orang. “Data terakhir ada 30 jenazah dan sebagian besar sudah dikirim ke Jayapura,” kata Gubernur Papua Lukas Enembe di Wamena, yang dikutip dari Antara. (riaupos/jawapos/jpnn/tj/detik)

Komentar

Berita Lainnya