oleh

Daftar Haji saat Kelas V SD

M Rifqi Ananda Putra, JCH Termuda Asal OKI

SALAH satu jemaah calon haji (JCH) asal Kabupaten OKI yang tergabung dalam kloter 17 gelombang kedua adalah M Rifqi Ananda Putra yang berusia 18 tahun dan tercatatat sebagai jemaah termuda. Tahun ini Rifqi mendapat panggilan Allah SWT untuk menunaikan rukun Islam kelima bersama kedua orang tuanya, Piser (49) dan Ida Aquarida (48). Kedua orang tua Rifqi berstatus sebagai PNS Pemkab OKI.

Berikut penuturan Rifqi kepada wartawan sumeks.co di kamar 21 Safa Asrama Haji Palembang, Senin (22/7).

Dendi Romi – Palembang

Menunaikan ibadah haji menjadi impian umat Islam di dunia. Mereka rela menabung dan menjadi daftar tunggu sampai belasan atau puluhan tahun. Namun bagi M Rifqi Ananda Putra yang baru berusia 18 tahun ini, memenuhi panggilan Allah SWT, mendapat kemudahan.

Rifqi yang didampingi sang ayah, Piser menuturkan bahwa dirinya didaftarkan haji oleh orang tuanya pada 2011 lalu dengan mendapat nomor porsi setelah membayar ONH sebesar Rp25.100.000. “Masih kelas V SD waktu Rifqi didaftarkan haji saat itu,” kata Piser.

Rifqi yang tercatat sebagai mahasiswa semester II Fakultas Pertanian Jurusan Agribisnis Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) ini, harus mengajukan izin kepada fakultas. Walaupun saat ini dirinya sedang libur kuliah, namun izin tetap diajukan.

“Ado surat keterangan dari Departemen Agama yang kami sampaikan ke fakultas,” ujar pemuda asal Lebung Itam, Kecamatan Tulung Selapan ini.

Sebelum berangkat ke Tanah Suci, Rifqi sudah menyiapkan diri untuk melaksanakan ibadah haji dengan mengikuti manasik yang dilaksanakan Kantor Kemenag OKI selama lima kali. Berbagai doa dan tata cara berhaji sudah dipelajari dan dipraktekkan dalam manasik. Termasuk doa dalam berhaji.

Piser menambahkan bahwa anaknya kalau dibilang taat ibadah, tidak. Tetapi salat lima waktu selalu dikerjakan sejak duduk di bangku sekolah dasar. “Alhamdulillah Rifqi tidak tidak tinggal sholat lima waktunya,” tukasnya.

Saat pemberian saku dari Gubernur Sumsel H Herman Deru di Kayuagung, Rifqi tidak hadir. Karena tidak hadir, gubernur belum mau membagikan karena ingin bertemu dengan JCH termuda ini. “Pak Gubernur ingin memberikan langsung uang saku dengan anak kami karena berstatus jemaah termuda,” pungkasnya. (*)

Komentar

Berita Lainnya