oleh

Dahlan Iskan Dipaksa buat Podcast Biar Gak Bikin Koran?

JAKARTA – Setelah tiga tahun menulis tanpa henti di laman Disway.id, mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan kembali menambah kesibukan baru. Ia membuat Podcast dan video YouTube dengan tema “Dahlan Iskan Menjawab”.

Dahlan Iskan mengaku dipaksa oleh anaknya, Azrul Ananda untuk membuat podcast agar tidak berpikir untuk membuat koran.

“Sebetulanya saya tidak tahu podcast itu apa, tiba-tiba Azrul datang minta saya bikin podcast. Saya ndak tahu podcast itu apa,” ucap Dahlan Iskan dalam Podcast pertamanya, Jumat (12/6/2020).

blank

“Saya tahu sebetulanya tujuannya apa, supaya saya punya kesibukan. Kenapa suapaya saya punya kesibukan? Supaya saya tidak bikin koran, hanya itu aja sebetulanya. Kalau saya sibuk kan gak sempat mikir bikin koran,” tambah Dahlan.

Mantan Dirut PLN itu menyebut anaknya Azrul Ananda tidak setuju jika dia membuat koran baru. Alasannya, media saat ini sudah berubah.

“Dia (Azrul Ananda) ini anti koran. Media sudah berubah katanya. Ini kalau saya tidak dikasih kesibukan, bisa-bisa saya bikin koran ini. Karena itu, dibikinkan podcast,” kata Dahlan.

Dahlan mengatakan, selain Podcast, Azrul juga meminta dirinya untuk membuat konten video yang menjawab pertanyaan para pembaca Disway.id.

“Memang pertanyaan itu banyak sekali, saya tidak mungkin menulis menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Jadi biar pun pertanyaannya pedes, pertanyaannya memojokkan, saya bisanya ya sudah lah, zamannya zaman begitu. Tapi Azrul bilang bikin lah video Dahlan Iskan menjawab atau apalah, pokoknya menjawab,” ucap Dahlan.

“Sudah berlangsung kira-kira setengah bulan ini, saya selalu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pembaca Disway,” tandas Dahlan Iskan.

Sementara itu, Azrul Ananda menyampaikan permohonan maaf sekaligus ucapan terima kasih kepada Dahlan Iskan karena sudah bersedia dipaksa bikin podcast.

blank

“Jujur ini terima kasih Abah mau dipaksa bikin podcast. Dan buat informasi aja, mungkin saya gak pernah duduk sama Abah selama setengah jam ngobrol seperti ini karena sejak kecil gak pernah ketemu, waktu besar di tempat lain,” kata Azrul.

“Kalau pun waktu di media yang sama pun ngomongnya lewat orang lain, kadang-kadang kayak gitu. Jadi, ya terima kasih sudah mau dipaksa,” tandas Azrul. (one/pojoksatu)

Komentar

Berita Lainnya