oleh

Dalami Kasus, Satu DPO dalam Pengejaran

LAHAT – Pasca pengungkapan ladang ganja di Desa Gelung Sakti, Kecamatan Pajar Bulan, Kabupaten Lahat. Jajaran Satresnarkoba terus mendalami kasus tersebut. Satu tersangka berinisial Yu ditetapkan  sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Yu diduga selain penanam juga pemasok bibit ganja.
“Kita akan kembangkan dari pemasoknya yang sekarang sudah kita tetapkan sebagai DPO. Namun kasus ini tetap kita dalami dan selidiki,” ujar Kapolres Lahat AKBP Ferry Harahap S.Ik, Sabtu (9/2). Saat pres realese di Mapolres Lahat.
Terkuak pula bahwa bahwa para tersangka kasus penyalahgunaan narkoba jenis ganja tersebut ada hubungan keluarga. Yn (38) bersaudara dengan Dd (36). Sementara Dd (33) merupaka saudara sepupu Yn. Begitupuan Yu (DPO) masih sepupu Yn. “Masih keluarga besar kami. Aku nanam 100 batang dari Yu. Bibit juga dari dio. Tapi dak tahu dapat dari mana. Yu juga nanam di lahan itu, jadi bukan aku sendiri,” ungkap Yn saat dibincangi.
Sementara sudah berapa kali, Yn mengaku untuk ganja miliknya belum panen. “Yang sudah panen punya Yu dak tahu jual dimana,” kilahnya.
Disingungg alasan mengapa ikut menanam ganja. Lanjutnya lantaran terlilit hutang. Apalagi sebelumnya pernah kalah dalam Pilkades di desa sekitar 3 tahun lalu. “Karena aku bingung jadi nanam ganja. Kalau peran Dd dan Ah sebagai penjaga kebun dan pencari konsumen.
Kapolres Lahat AKBP Ferry Harahap S.Ik mengungkapkan. Bahwa pengungkapan kasus ganja ini berawal dari informasi masyarakat. Selanjutnya anggota Satresnarkoba melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap tiga tersangka Jumat (8/2) dini hari. “Dari penangkapan tiga tersangka selanjutnya diminta menunjukan ladang ganja. Dan ditemukan 390 batang ganja siap panen,” ujar Kapolres.(gti)

Komentar

Berita Lainnya