oleh

Damkar Muratara : Tak kenal Waktu Gaji Cuma Rp750 Ribu

-Sumsel-171 views

MURATARA – Pemadaman bencana kebakaran di wilayah Kabupaten Muratara, ternyata tidak semudah yang di bayangkan. Selain minim peralatan, ternyata unit Damkar di wilayah ini juga minim pendanaan. Ade salah satu petugas Damkar Muratara yang sempat dibincangi Senin (8/10), mengatakan, bencana alam khususnya kebakaran sulit diprediksi. Karena bencana itu datang secara tiba-tiba, tidak mengenal waktu, tempat dan musim. Sedangkan Kabupaten Muratara hanya mempunyai dua unit mobil damkar dengan kapasitas 5000 dan 4000 liter untuk menangani 7 wilayah Kecamatan.

“Suka duka kami menjalankan tugas, masyarakat ingin cepat saat penanganan kejadian kebakaran. Tapi kita peralatan terbatas dan sering terkendala jarak tempuh yang jauh. Kadang kami datang ke lokasi kebakaran, apinya sudah membakar seluruh harta korban dan kami mendapat cacian dari masyarakat,” katanya.

Dia mengaku menjadi petugas Damkar di Muratara, harus memiliki mental yang kuat. Meski memiliki resiko tinggi saat membantu penanganan bencana, namun upah mereka terbilang tidak tinggi, tidak dilengkapi asuransi dan jaminan kesehatan. “Satu bulan kami hanya mendapat gaji Rp750 ribu, tidak ada asuransi atau jaminan BPJS. Kami hanya sebatas Tenaga Sukarela (TKS), di unit Damkar hanya ada satu pegawai PNS,” tuturnya.

Pihaknya berharap, Pemerintah Daerah ke depan lebih memperhatikan lagi kondisi itu. Karena di wilayah Muratara, sangat diperlukan peningkatan sarana serta SDM,” kalau cuma dua unit mobil damkar untuk menangani tujuh wilayah Kecamatan tentunya itu tidak seimbang. Kami minta juga tunjangan diperhatikan, karena ada resiko tinggi saat melaksanakan tugas,” bebernya.

Sementara itu, Kasat Pol PP Muratara Firdaus melalui Wakasat Kasio yang membawahi unit Damkar Muratara, saat dikonfirmasi mengenai kendala unit Damkar di lapangan, mengaku pihaknya belum bisa berbuat banyak dan membenarkan adanya kendala yang dihadapi bawahannya.

“Untuk unit damkar kita siagakan 25 orang bergantian nostop 24 jam. Kita memang baru punya 2 unit Damkar, memang tidak seimbang dengan luas wilayah di Muratara,” katanya. Dia mengungkapkan, karena Unit Damkar berada di bawah naungan Satpol PP maka dana operasional mereka harus terbagi di dua Pos.

Satu pos untuk operasional petugas Pol PP Muratara, dan satu lagi untuk Pos tanggap darurat penanggulangan bencana kebakaran. Dalam satu tahun mereka hanya mendapat dana sekitar Rp4 miliar dari APBD induk. Sedangkan, untuk penanganan Kebakaran tidak jarang penggunaan anggaran tidak bisa diprediksi.

“Kita tidak ada dana khusus untuk pemadaman bencana kebakaran, hanya mengandalkan dana tahunan yang diplot di satuan untuk dibagi-bagi ke operasional,” bebernya. Dia membenarkan, tidak jarang unit pemdam kebakaran di Muratara dalam satu hari berkali-kali memadamkan api. Terutama saat menghadapi puncak kemarau.

“Mau kebakaran rumah, kebakaran hutan dan lahan semua kita libas dan padamkan. Tapi kendalanya itu, anggaran kita sudah direncanakan untuk satu tahun. Dana itu bisa habis dalam satu bulan, karena pemadaman bencana kebakaran tidak bisa diprediksi satu hari bisa berapa kali kejadian,” bebernya.

Terkait masalah tunjangan, asuransi, jaminan kesehatan dan lainnya. Pihaknya berharap ada solusi khusus bagi unit Damkar Muratara. “Mereka ini kalau tugas menghadapi api, gaji terbatas Rp750 ribu/bulan, tidak ada asuransi, dan jaminan kesehatan. Harapan kami mereka diperhatikan, atau ada pemecahan instansi dan dibentuk menjadi instansi khusus Damkar supaya ada anggaran sendiri,” tutupnya.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya