oleh

Dana Desa untuk Bisnis “Gaib” Batu Giok, Oknum Kades Ini Dituntut 5 Tahun Penjara

Sumeks.co- OKU Timur- Akibat selewengkan Dana Desa (DD) senilai hampir setengah miliar rupiah untuk bisnis batu giok, oknum Kepala Desa (Kades) Saung Dadi BP Peliung OKU Timur bernama Selamet Riyadi (53), Kamis (5/11) oleh Jaksa Kejari OKU dituntut  pidana penjara selama 5 tahun.

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari OKU Aci Jaya Saputra SH MH bahwa terdakwa telah terbukti secara sah melanggar pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 yang diubah dan di tambah dengan Undang -undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Selain dituntut pidana penjara, juga meminta agar terdakwa dihukum mengganti uang kerugian negara sebesar Rp 413,7 juta. Apabila dalam jangka waktu satu bulan tidak diganti maka harta benda milik terdakwa disita menutupi kerugian negara.

“Dan apabila atas nilai harta benda itu tidak mencukupi uang kerugian negara maka diganti dengan pidana penjara selama satu tahun enam bulan,”tegas Jaksa Aci Jaya yang juga Kasipidsus Kejari OKU bacakan tuntutan dihadapan majelis hakim Tipikor diketuai Erma Suharti SH MH.

Setelah mendengar tuntutan itu, terdakwa yang didampingi  penasihat hukum Romaita SH dari Posbankum PN Palembang  meminta keringanan hukuman kepada majelis hakim secara lisan.

“Saya mohon nanti agar dapat dihukum seringan-ringannya bu hakim. Saya menyesal dan masih punya tanggungan, “ucap Selamet melalui video virtual.

Selanjutnya, Majelis hakim Tipikor Palembang kembali akan mengagendakan sidang putusan (vonis) terhadap terdakwa,  yang akan dilaksanakan pada Kamis 18 November 2020 mendatang.

Ditemui usai sidang, JPU Kejari OKU mengatakan bahwa tuntutan hukuman itu sudah sesuai dengan perbuatan terdakwa. Dikarenakan Dana Desa yang seharusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat umum malah dipergunakan untuk kepentingan pribadi.

“Berdasarkan pengakuan terdakwa uang yang dia selewengkan itu digunakan untuk modal bisnis jual beli batu giok ukuran besar sembari berharap agar mendapat keuntungan besar dari bisnis itu dan bisa mengembalikan uang yang telah diambilnya”. Ungkap Jaksa Aci.

Terdakwa dibekuk berdasarkan Laporan Polisi nomor : LP-A / 67 / VIII /2019/ Sumsel / OKUT, tgl 15 Agustus 2019. Dugaan terjadinya tindak korupsi dengan penyalahgunakan dana desa (APBN) 2017 dan 2018 oleh Kepala Desa Saung Dadi Slamet Riyadi dengan cara tidak melaksanakan penggunaan dana desa sesuai dengan aturan yang telah dibuat baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Sehingga terdapat perbuatan melawan hukum dan negara telah dirugikan sebesar Rp413.780.000.(Fdl)

Komentar

Berita Lainnya