oleh

Dana Desa untuk Perekonomian dan Inovasi

JAKARTA – Presiden Joko Widodo meminta para Pendamping Desa dan kepala desa mengarahkan pemanfataan Dana Desa 2019 untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Jokowi meminta hal itu dijadikan prioritas bagi para Pendamping Desa dalam bertugas.

Sisi pemberdayaan ekonomi dan pengembangan inovasi desa yang harus dikedepankan dalam pemanfaatan Dana Desa. “Kemarin dalam empat tahun kita lebih konsentrasi pada infrastruktur. Tetapi mulai tahun ini digeser. Tidak semua, tapi mulai digeser kepada pemberdayaan ekonomi. Digeser kepada inovasi-inovasi yang baru,” katanya.

Penggunaan berupa infrastruktur itu pemerintah lebih konsentrasi fokus ke infrastruktur, saluran irigasi, jalan desa, jembatan desa atau embung, maka mulai tahun ini mulai digeser kepada pemberdayaan ekonomi, digeser kepada inovasi-inovasi baru.

Jokowi mencontohkan misalnya pengembangan wisata desa, sebagaimana terjadi di Umbul Ponggok, di Klaten, Jawa Tengah, yang setahun bisa memberikan income kepada desa Rp14 miliar. Karena umbulnya digarap bagus, di situ ada persewaan untuk menyelam, ada warung-warung rumah makan kecil-kecil banyak. Sehingga income desa itu menjadi Rp14 miliar pertahun.

Oleh sebab itu, ia menyarankan jika ada umbul atau pantai yang bisa dikembangkan untuk wisata,kalau ada dipikirkan bagaimana harus dibangun, sarana prasarana yang memberikan dukungan pada desa itu. Presiden juga mengingatkan pentingnya yang namanya marketing, yang namanya pemasaran.

“Kalau masih merasa ragu-ragu jangan coba-coba masuk kesana. Begitu uang itu masuk disana misalnya membuat desa wisata, dana itu menjadi muspro. Hati-hati harus ada kalkulasi,harus ada hitung-hitungan yang detil sehingga untung dan rugi betul-betul bisa dikalkulasi dengan baik,” katanya.

Selain itu Jokowi bersyukur karena saat ini banyak Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang telah dibangun. Ia minta fokus pada satu atau dua yang ingin diangkat atau dikembangkan. Kalau sudah bagus berhasil baru angkat yang lain satu lagi. Jangan semua dikerjakan.

Untuk dana desa pada tahun ini dianggarkan sebanyak Rp70 triliun untuk desa-desa di seluruh Indonesia. Tahun 2015 di seluruh Tanah Air telah kita kucurkan Rp20,7 triliun. Tahun berikutnya, 2016, meloncat menjadi Rp47 triliun. Tahun berikutnya, 2017, naik menjadi Rp60 triliun. Tahun 2018 naik lagi menjadi Rp60 triliun. Tahun 2019 ini dana desa naik menjadi Rp70 triliun plus dana kelurahan Rp3 triliun. Jadi Rp73 triliun.

Menurutnya anggaran dana desa ini dapat terus meningkat tiap tahunnya. “Bukan karena apa-apa. Dari hasil survei yang kita lakukan, 85 persen masyarakat puas terhadap pengelolaan dana desa dan bermanfaat bagi masyarakat dan desa,” tuturnya.(ran)

Komentar

Berita Lainnya