oleh

Dana Desa Untuk Ternak Kerbau

MURATARA – Realisasi dana desa dalam pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi desa, kepala desa di Batu Gajah, Kecamatan Rupit, Muratara, bagi bagi kerbau. Kades Batu Gajah, Kecamatan Rupit, Habib Dimyati mengatakan, kerbau merupakan hewan ternak lokal yang menjadi ikon dan khas di Muratara.

Keberadaan hewan kerbau sudah tidak asing lagi di Muratara. Bahkan daerah ini menjadi salah satu wilayah pengembangan hewan ternak kerbau terbesar di wilayah Sumsel. “kami kembangkan kerbau karena, kerbau hewan ternak khas di Muratara. Dan menjadi aset bagi masyarakat,” katanya, Kemarin (30/12).

Menjelang akhir tahun 2019, pemerintah desa merealisasikan bantuan sebanyak 7 ekor kerbau untuk di kembangkan oleh masyarakat. Rencananya, pembagian kerbau itu akan dilakukan secara rutin ke masyakat, setiap tahunnya.

“Kita bagikan per kelompok, jadi nanti bisa di kelola oleh warga bersama sama. Karena ini sangat berpotensi untuk di kembangkan,” timpalnya. Tahap pertama ini penyerahan kerbau dilakukan kepada tujuh orang warga untuk dipelihara.

“Setelah kerbau kerbau itu beranak pihak, kemudian hasilnya akan di wariskan ke warga yang lainnya. Untuk dipelihara kembali,” jelasnya.

Sementara itu Marzuki warga Desa Batu Gajah yang menerima bantuan ternak Kerbau mengungkapkan jika masyarakat Desa Batu Gajah, awalnya mengusulkan agar penggunaan dana desa tidak selalu monoton.

Tidak jarang Pemdes selalu melakukan pembangunan fisik, seperti siring, jalan setapak, “Harus ada terobosan kreatif supaya, dana desa di gunakan dengan fungsinya untuk membangun masyarakat,” bebernya.

Dia juga mengungkapkan, kerbau merupakan investasi berharga. Karena tidak jarang warga di Muratara menjadikan kerbau sebagai tabungan.,”harga kerbau mahal biso sampai belasan juta, setiap tahun beranak satu. Kalau kita punya kerbau tentunya tabungan bisa terus bertambah,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas DPMPD Hj Gusti Rohmani mengungapkan, penggunaan dana desa harus benar benar di peruntukan untuk masyarakat. Dia mengungkapkan penggunaan dana desa bisa digunakan untuk beragam program pembersayaan. “bisa digunakan untuk mengelola potensi desa, objek wisata, perkebunan, peternakan dan lainnya. Silakan digunakan tapi harus benar benar untuk masyarakat dan tidak menyalahi peraturan,” tutupnya.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya