oleh

Dana Penerima PKH Dipotong, Siapa Tanggung Jawab?

INDRALAYA – Kini giliran Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Tanjung Sejaro, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI) menuai persoalan. Mereka mempertanyakan pemotongan dana PKH bagi setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Tidak hanya pemotongan dana PKH bagi setiap KPM, ATM BRI yang dimiliki para KPM juga dipegang oleh oknum Ketua kelompok PKH dan Pendamping PKH,” kata Aliyus.

Aliyus mengatakan, ibunya saat ini menjadi anggota PKH, namun setiap kali pencairan selalu dilakukan pemotongan. “Yang mirisnya ATM para KPM tidak pernah dipegang, hanya menyimpang buku rekening saja,” cetusnya.

Dalam program PKH tersebut, ada beberapa komponen yang menjadi hak bagi setiap PKM yakni untuk ibu hamil dan anak di bawah 6 tahun mendapatkan Rp250 ribu setiap bulannya, anak SD Rp75 ribu/bulan, anak SMP Rp125 ribu per bulan, anak SMA Rp166 ribu per bulan dan Disabilitas serta Lansia Rp200 ribu sebulan.

“Untuk di desa kami tidak ada untuk disabilitas, karena warga yang menyandang kelainan memang tidak ada,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Kelompok PKH Desa Tanjung Sejaro Masito menyatakan, tidak ada masalah lagi mengenai dana PKH di Desa Tanjung Sejaro. “Semuanya sudah aman, dan tidak ada masalah,” tukasnya. (sid)

Komentar

Berita Lainnya