oleh

Dapat Apresiasi Pusat, Musrenbang RKPD Diawasi Ketat Dinkes

PALEMBANG – Pemkot Palembang mendapat apresiasi Dirjen Bina Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Muhammad Hudori ketika tetap menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2021, Senin (16/3).

Musrenbang dan RKPD merupakan salah satu tahapan dalam proses perencanaan pembangunan yang ada di Kota Palembang. “Untuk itulah Musrenbang ini sendiri bertujuan guna kesejahteraan masyarakat,”jelasnya.

Ada lima fokus yang diperhatikan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat diantaranya, peningkatan pendapatan masyarakat, Kesempatan kerja, Adanya lapangan kerja, Adanya akses terhadap lapangan kerja, Daya saing daerah.

Oleh sebab itu, ia meminta agar dalam rumusan fokus pembangunan yang ada di Kota Palembang, bisa sejalan dengan lima aspek tersebut. “Saya juga sangat mengapresiasi kinerja dan capaian Kota Palembang dalam pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Palembang di atas rata-rata provinsi dan nasional,”ungkapnya.

Walikota Harnojoyo mengungkapkan pihaknya tetap menggelar Musrenbang dan RKPD lantaran telah dipersiapkan sejak lama. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, semua peserta diminta untuk mengikuti SOP kesehatan yang telah ditetapkan.

Mulai dilakukan pemeriksaan suhu tubuh, menggunakan pembersih tangan dengan pengawasan ketat dari Dinas Kesehatan saat Musrenbang berlangsung di Hotel Beston tersebut.  “Kami akan lihat lagi ada kemungkinan kesalahan dalam angka kemiskinan ini. Memang agak aneh pertumbuhan ekonomi tinggi, IPM tinggi tetapi angka kemiskinan rendah,” ujarnya.

Berdasarkan data dari OJK yang disampaikan inidalam RUPS Bank Sumsel Babel di Batam bahwa dana pihak ketiga di Sumsel lebih tinggi dari nasional, sementara di Palembang dana pihak ketiga di Bank juga Tinggi.

“Kita akan evaluasi masalah data angka kemiskinan ini, apakah terjadi kesalahan. Karena angka kemiskinan berasal dari Kementerian. Seharusnya angka kemiskinan selaras dengan angka pertumbuhan ekonomi dan IPM,”ujarnya. (aja/ril)

Komentar

Berita Lainnya