oleh

Dari 6900 Lembar Pemusnahan Uang Palsu Terbanyak Pecahan 100 Ribu

SUMEKS.CO – Sebanyak 6900 lembar penemuan uang palsu oleh kantor perwakilan Bank Indonesia sumatera selatan hari ini rabu, (9/10) secara simbolis dimusnahkan bersama dengan kepolisian sumatera selatan diwakili wadir Reserse Kriminal khusus Dewa Nyoman, NW,Sik, MH serta  disaksikan oleh Badan Intelejen Negara(BIN) segenap awak media, Kejati Sumsel diwakili Arif Syafrianto, Bea Cukai Sumsel diwakili ibu Kitty Kartika Eka Shanty,  dan perwakilan dari perbankan yang ada disumsel.

Uang palsu tersebut adalah uang yang diserahkan oleh perbankan dan masyarakat yang ada disumatera selatan maupun juga hasil temuan langsung di loket bank indonesia dan penyerahan tahun 2016 sampai tahun 2019, dari jumlah total ada sebanyak 6900 lembar. yang terbanyak adalah pecahan nominal Rp100.000 sebanyak 3662 lembar Rp50.000 sebanyak 2719 lembar Rp20.000 412 lembar Rp10.000, 82 lembar dan Rp5.000, 25 lembar.

Kepala wilayah BI Sumsel Yunita Resmi Sari “mengatakan Sampai dengan saat ini perbankan yang aktif dalam melakukan laporan penemuan uang yang diragukan keasliannya hanya 10 Bank dari 50 bank di Sumatera Selatan uang palsu yang kemudian dilaporkan ke Bank Indonesia adalah bentuk nyata dari pemberantasan uang rupiah palsu Jadi kami sangat mengapresiasi bank-bank yang telah melaporkan temuan uang Rupiah yang diragukan keasliannya tersebut.

ada beberapa bank yang kami ketahui tentunya memiliki sirkulasi uang yang sangat luas sangat besar tapi belum pernah sekalipun melaporkan ke Bank Indonesia,” bebernya

Oleh karena itu dimohon kepada bapak ibu pimpinan Perbankan agar segera meluruskan mekanisme temuan uang palsu tersebut di kantor Bapak Ibu sekalian di seluruh cabang cabangnya karena sebagaimana ditetapkan di undang-undang nomor 7 tahun 2019 tentang mata uang, bila menemukan uang yang diragukan  keasliannya maka yang berhak menentukan asli atau tidaknya hanyalah Bank Indonesia jadi meskipun secara nyata atau keyakinannya berbeda tapi yang berhak menentukan hanya Bank Indonesia

Upaya pemberantasan uang palsu ini merupakan salah satu bentuk dari upaya kita bersama dalam menjaga uang Rupiah sebagai lambang negara Lambang negara kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk koordinasi dan Sinergi antar instansi kita tergabung di dalam botasupal yaitu badan koordinasi pemberantasan uang palsu agar kedepan keberadaan uang palsu ini bisa di minimalisir, ” jelas yunita. (nur)

Komentar

Berita Lainnya