oleh

Dari Palembang – Mau Ke Riau, Disekap Minum Air Radiator untuk Bertahan 13 Jam

SUMEK.CO- SENGETI – Kita harus lebih berhati-hati terhadap orang yang tidak begitu dikenal. Seperti yang dialami Eka, warga Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Sopir mobil boks B 9284 FCD ini, dikurung 13 jam dalam boks kontainer yang dibawanya dari Jakarta tujuan Riau.

Tangan dan kakinya diikat. 1.200 ponsel berbagai merek pun hilang. Dia ditinggal begitu saja oleh pelaku, sejak Kamis (14/1), di Jalan Lintas Timur Km 41, Desa Bukit Baling.

Sebelum berhasil diselamatkan warga, Eka hanya bisa parah. Ceritanya, Eka yang datang dari Jakarta tiba di Palembang, Rabu (13/1). Dia bertemu Rudi, yang juga seorang sopir. Eka mengenalnya, karena sama-sama sopir mobil.

Pada Eka, Rudi mengaku bisa menunjukkan jalan dari Palembang menuju Riau. Eka pun memberikan tumpangan kepada Rudi. Harapannya, dia bisa tiba di Riau dengan selamat.

Sesampainya di Bayung Lencir, keduanya mulai tidak cocok. Tapi Eka belum curiga. Pukul 23.00, Eka mengajak untuk istirahat di SPBU Paal X. Awalnya Rudi mau, tapi dia akhirnya mengaku belum mengantuk dan menawarkan membawa mobil.

“Saya mau saja, karena saat itu saya ngantuk dan tidak curiga. Saya juga kenal, karena kita sama-sama sopir,” ungkap Eka, kepada polisi. Tiba di Jalan Lintas Timur Km 41 Desa Bukit Baling, Kamis (14/1) pukul 03.00, Rudi menghentikan mobil.

Dia beralasan mau buang air kecil. Sementara Eka tetap tidur. Cukup lama Eka menunggu, tiba-tiba ia ditarik dua orang tak dikenal dari pintu sebelah kiri. Dua orang itu juga mengancam akan memukul Eka.

Dia ditarik dan diikat, lalu dimasukkan dalam boks belakang. Kepalanya pun ditutup karung. Saat itulah, orang tak dikenal itu menjarah ribuan ponsel yang dibawanya.

“Saya pasrah saja. Posisi tangan kaki terikat, saya kesakitan. Saya terus berusaha teriak dan tendang boks mobil biar ada yang nolong, tapi belum ada yang nolong juga,” jelasnya.

Eka mulai merasakan tangannya membengkak dan sakit. Dia mulai kelaparan dan haus. Untuk menghilangkan dahaga, ia nekat meminum air radiator mobil yang ada di dalam boks tersebut.

“Sekitar 13 jam saya terkurung. Untung ada oli kotor dan secarik kertas, kemudian saya tulis minta bantuan dan saya selipkan di pintu belakang, biar ada yang lihat,” timpalnya.

Sekira pukul 16.00, ada warga yang melintas merasa curiga dengan kondisi mobil tersebut dan segera menolong Eka. Terpisah Kasat Reskrim Polres Muarojambi melalui Kasubbag Humas, AKP Amradi membenarkan informasi tersbeut.

Namum ia enggan berkomentar lebih banyak, karena pelaku masih dalam pengejaran anggota Reskrim polres Muarojambi. “Pelaku dua orang yang diceritakan sopir itu masih dalam pengejaran anggota kita, nanti kalau sudah ditangkap kita kabari lagi kejadian lengkapnya,” singkatnya. (jun/zen/jambiindependent)

 

Komentar

Berita Lainnya