oleh

Dari Sembilan Pasar, Dua Belum Aktif

LUBUKLINGGAU – Dinas Perdagangan dan Perindiustrian (Disdagrin) Kota Lubuklinggau menyebut dibumi sebiduk semare sudah terdapat sembilan pasar tradisional. Namun dari jumlah itu ada beberapa tidak aktif karena kurangnya minat pedagang berjualan dilokasi.

“Pasar tradisional kita ada sembilan. Ada yang aktif, ada yang tidak ,” kata Kepala Disdagrin Kota Lubuklinggau, Hidayat Zaini.

Menurutnya, seperti pasar moneng sepati itu termasuk pasar yang aktif. Lainnya seperti pasar jangkrik itu baru setengahnya. Lalu pasar di daerah Rahma dan Kayu Ara belum.  Belum aktifnya pasar itu karena minat pedagang untuk berjualan kurang karena belum ada orang.

“Jadi kenyataannya sudah kita bangun terlalu besar, mungkin keluasan,” jelasnya.

Lebih lanjut, mungkin ada dua atau tiga orang belanja dilokasi pasar tersebut. Namun pihaknya tetap berpanadangan kedepan yakni lima tahun kedepan. “Insya allah kita berpandangan lima tahun kedepan. Mudah-mudahan aktif dan ramai,” bebernya.

Hidayat mengimbau kepada pedagang atau pelaku usaha agar mereka bisa berjualan dipasar tersebut. “Sudah bangun sekian miliar tidak ada ditunggui. Nanti kalau tidak dibangun nanti katanya pemerintah tidak memperhatiakn masyarakat,” timpalnya.

Sementara itu ditahun depan atau 2020 kemungkinan tidak ada lagi penambahan fisik pasar. Akan tetapi pihaknya kedepan akan fokus untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM). Sebab program dari Presiden Jokowi untuk 5.000 pasar sudah tercapai.

“Sudah 5.280 pasar seluruh Indonesia selama lima tahun,” terangnya.

Selain itu, terbatasnya lahan juga menjadi salah satu faktor untuk penambahan fisik pasar. “Artinya dua tahun pindah tempat lain lagi. Yang ada sekarang saja kita belum ditunggu orang. Belum efektif kalau menambah pasar lagi,” pungkasnya.(Wek)

Komentar

Berita Lainnya