oleh

Darurat Kabut Asap Petugas Bagikan Masker ke Masyarakat ‎

MURATARA – Darurat kabut asap, sejumlah petugas kesehatan di wilayah Kabupaten Muratara, bagi-bagi masker ke masyarakat. Dinas kesehatan Muratara berharap, dengan pembagian masker ke masyarakat secara luas dapat mengantisipasi peningkatan kasus Ispa di Muratara.

Selama beberapa hari terakhir wilayah Kabupaten Muratara di selimuti asap pekat akibat dampak pembakaran lahan dan hutan. Kepala Dinas Kesehatan Muratara Marlinda mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan langkah pencegahan agar masyarakat tidak terkena dampak negatif kabut asap dengan pembagian masker di setiap wilayah Kecamatan.

“Kita sudah siapkan dan bagikan masker melalui petugas di sejumlah wilayah Kecamatan. Dampak kabut asap tentunya akan menimbulkan gejala gangguan kesehatan terutama di saluran pernapasan,” katanya, kemarin (13/9).

Data dari Dinas kesehatan di bulan Agustus di dapati sekitar 516 kasus Ispa yang ditangani di Muratara dan di awal September sekitar 176 kasus. Pihaknya berharap, warga selalu menjaga kondisi kesehatan dengan cara memakai masker pelindung saat aktivitas di luar ruangan, banyak mengkonsumsi air putih agar terhindar dehidrasi, dan mengkonsumsi buah-buahan yang banyak mengandung serat dan air.

“Kita minta masyarakat juga untuk menghindari kontak langsung dengan sinar matahari sebisa mungkin. Stok masker akan kami siapkan dan bagi-bagikan di saat yang tepat,” bebernya.

Terpisah, Kepala BPBD Muratara Syarmidi mengungkapkan, saat ini sejumlah petugas masih berjibaku memadamkan titik api di wilayah Kabupaten Muratara. Dan pihaknya juga terus melakukan sosialisasi ke masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembukaan lahan dengan cara di bakar.

“Kita tengah gencar informasikan secara luas ke masyarakat mengenai bahaya api dan asap. Ini merupakan bencana nasional karena hampir seluruh wilayah tengah dilanda bencana kabut asap,” timpalnya. Pihaknya berharap, masyarakat juga mengsuport dengan berdoa agar bencana ini bisa dilalui dan ditangani secara maksimal.

“Kita ajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan. Karena dampak negatif kebakaran lahan akan menimbulkan bencana asap dan tentunya akan berdampak negatif ke masyarakat secara luas,” tutupnya.

Pihaknya menginformasikan, saat ini wilayah Sumsel khususnya Kabupaten Muratara masih di fase kemarau. Dan informasi yang mereka dapat dari BMKG, curah hujan akan terjadi sekitar awal Oktober mendatang.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya