oleh

Datangkan Akademisi Kembangkan Daerah

SEKAYU – Bupati Musi Banyuasin H Dodi Reza Alex diwakili Sekretaris Daerah Drs H Apriyadi MSi membuka seminar daerah penataan kawasan bisnis dan pengaruhnya terhadap peningkatan ekonomi Kabupaten Muba, serta perkembangan investasi dan kerja sama pemerintah swasta di Muba, di Ruang Rapat Serasan Sekate Sekretariat Daerah Muba, Kamis (7/11).

Pada kesempatan itu Sekda Apriyadi menjelaskan maksud seminar daerah adalah untuk Peningkatan perekonomian daerah Kabupaten Muba dalam pengembangan pendapatan asli daerah dengan memanfaatkan lahan produktif akibat ketidakcukupan dana APBD untuk pengembangan fasilitas kawasan, serta untuk meningkatkan pelayanan kebutuhan masyarakat dengan mendorong pertumbuhan investasi.

“Tujuan seminar ini diantaranya, mengurangi beban pemerintah dari segi pembiayaan, mempermudah akses pelayanan masyarakat, mendorong kinerja aparatur pemerintah daerah dalam peningkatan pelayanan terhadap masyarakat, kemudian memberikan kesempatan pihak swasta ikut serta dalam proyek-proyek yang umumnya dikerjakan pemerintah, serta merangsang pertumbuhan ekonomi masyarakat maupun wilayah,” kata Apriyadi.

Apriyadi menyampaikan Kabupaten Muba merupakan salah satu kabupaten di Indonesia dengan potensi kekayaan alam yang besar. Sehingga menjadi salah satu primadona bagi para investor dalam dan luar negeri, terutama di bidang pertambangan, perkebunan, pertanian, dan perdagangan.

Data mencatat, luas total perkebunan yang terdiri dari karet dan kelapa sawit di tahun 2017 seluas 250.393 HA. Sedangkan untuk produksi bahan tambang utama data mencatat produksi batubara pada tahun 2017 mencapai 3.230, 88 ton, produksi minyak bumi mencapai 10.319. 350, serta gas alam sebesar 355.552.720 MMBTU di tahun 2017.

Selain hal tersebut, sektor industri dan perdagangan memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan di Kabupaten Muba, data mencatat bahwa perusahaan yang berkompetensi dan berlokasi di Muba Tahun 2017 adalah sebanyak 671 perusahaan, dan 9443 pedagang. Dari pertumbuhan berbagai sektor ekonomi maka sangat berdampak pada laju pertumbuhan penduduk, pada tahun 2017 jumlah penduduk telah mencapai 629.790 jiwa menjadikan Kabupaten Muba sebagai kabupaten atau kota dengan jumlah penduduk terbanyak kelima di Sumatera Selatan.

“Berdasarkan data-data tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Muba melalui kewenangannya memiliki kewajiban untuk menjembatani untuk menjadi penyedia agar pertumbuhan ekonomi dapat terus tumbuh dan berkembang secara cepat. Melalui pembangunan infrastruktur serta utilitas umum secara masif hingga dapat menjamin tercapainya berbagai kepentingan masyarakat, baik individu maupun kelompok,” ungkap Apriyadi.

Sementara Kepala Bidang Pengembangan Kawasan Permukiman dan Bina Penataan Bangunan Dinas PU Perkim Muba Khairul ST mengatakan seminar diikuti para pelaku usaha dan perusahaan dalam Kabupaten Muba. Ia berharap melalui kegiatan ini dapat menciptakan peluang investasi baru bagi para pelaku ekonomi di wilayah Kabupaten Muba serta dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dibidang infrastruktur, dan meningkatkan ekonomi daerah secara signifikan.

“Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi Kabupaten Musi Banyuasin,” harap Khairul.

Narasumber seminar daerah tersebut adalah dosen dan Peneliti Dept Geografi Universitas Indonesia dan Dosen S2 UNB Bogor Dr Irwan Sumadji ME. (ril/dom)

Komentar

Berita Lainnya