oleh

Daur Ulang Sampah Jadi Alat Produktif

MUARA ENIM – Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Muara Enim, mengadakan pelatihan daur ulang sampah yang digelar di Ballroom Hotel Griya Sintesa Muara Enim, Senin (29/11).

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 44 orang peserta yang berasal dari berbagai macam latar belakang yakni petugas penyuluh lapangan tingkat kecamatan, pecinta lingkungan, pengelola bungdes, pelaku pengusaha pengepul sampah serta para pengrajin batako dari 22 kecamatan di Kabupaten Muara Enim.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengelola sampah plastik menjadi peralatan produktif dengan pengembangan inovasi seperti menjadi Mesin Pemisah Beras dan Pencetak Batu Bata / Batako dari Sampah Plastik.

Menurut Kepala Balitbangda Muara Enim Tarmizi Ismail, diera digital saat ini melalui penjelajahan internet termasuk juga dari hasil-hasil penelitian dan pengembangan lebih lanjut terdapat banyak sekali inovasi-inovasi yang bisa dimanfaatkan.

“Akan tetapi banyak sekali kendala yang kita hadapi diantaranya masih perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang teknologi sederhana yang bersumber dari sumber daya sekitar,”terang Tarmizi.

Padahal teknologi sederhana dapat dimanfaatkan untuk menjadi inovasi dalam mengembangkan produk pertanian yang ada di Kabupaten Muara Enim. Lebih lanjut ia mengatakan, Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pengoperasian mesin pemisah beras dan pencetak bata yang tentunya diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan.

“Serta untuk memancing ide-ide para inovator yang ada di Kabuaten Muara Enim untuk menciptakan suatu inovasi yang baru yang tentunya akan membantu mensejahterakan masyarakat,”paparnya.

Sekaligus lanjutnya mendukung visi dan misi Kabupaten Muara Enim yakni mewujudkan daya saing ekonomi serta mengembangkan teknologi ramah lingkungan.

“Saya harap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan baik sehingga dapat diimplementasikan sesuai dengan potensi yang di daerah masing-masing,”ungkapnya.

Lebih lanjut, Tarmizi menambahkan giat pelatihan selain akan memancing para inovator juga nantinya dapat menghasilkan produk-produk tersebut. “Tentunya dapat menjadi alternatif dalam menciptakan suatu lapangan kerja yang akan membantu Pemerintah Daerah dalam mengatasi masalah kemiskinan,”pungkas Tarmizi.(ozi)

Komentar

Berita Lainnya