oleh

David Ferrer Pensiun, Akhir Perjalanan Si Pekerja Keras

Babak kedua Madrid Open 2019 menjadi laga terakhir David Ferrer sebagai petenis profesional.

Dia resmi gantung raket setelah laga. Dalam laga itu dia dipaksa mengakui ketangguhan Alexander Zverev dengan skor 4-6, 1-6.

Ferrer resmi mengakhiri karier profesional yang dia mulai sejak 19 tahun silam atau pada 2000. Dia resmi gantung raket pada usia 37 tahun.

“Aku tidak akan pernah melupakan hari ini. Aku sangat bangga dengan karier yang telah aku bangun selama ini,” kata Ferrer sebagaimana dilansir ESPN.

Dalam seremoni perpisahan tersebut Ferrer tidak bisa menyembunyikan emosi yang meluap dalam dirinya.

Dia menitikan air mata saat memberikan sambutan. Sebelumnya, ketika melakukan servis terakhir dalam kedudukan 40-0 untuk Zverev, Ferrer mulai berkaca-kaca.

Dia lantas sejenak mengambil jeda dengan meminta handuk untuk membasuh wajah kepada ball boy yang berdiri di belakangnya.

Sesaat setelah Zverev memastikan kemenangan, Ferrer melambaikan tangan kepada para penonton yang memadati La Caja Magica.

Dia lantas berjalan ke tempat duduk. Tidak berselang lama, pemilik 27 gelar tunggal ATP itu kembali berjalan ke tengah lapangan untuk menaruh ikat kepala yang dikenakannya tepat di tengah-tengah clay court.

Selama ini Ferrer memang selalu mengenakan ikat kepala sebagai ciri khasnya saat bertanding.

Para penonton seketika memberikan penghormatan dengan bertepuk tangan sambil berdiri.

“Seluruh pemain bersedih dengan pensiunnya Ferrer. Bagiku, ini merupakan sebuah kehormatan untuk bertanding bersamamu di pertandingan terakhir,” kata Zverev.

Selama ini Ferrer dikenal sebagai petenis yang selalu bekerja keras di atas lapangan.

Sebanyak 27 gelar yang dia miliki membuatnya menjadi pengumpul gelar terbanyak kelima di antara para petenis tunggal putra yang masih aktif.

Dia tepat di belakang Roger Federer (109 gelar), Rafael Nadal (91 gelar), Novak Djokovic (74 gelar), dan Andy Murray (47 gelar).

Sepanjang karierya, Ferrer memang tak pernah merengkuh gelar grand slam.

Capaian terbaiknya di turnamen mayor adalah sebagai finalis pada 2013 di ajang Prancis Terbuka.

Di tahun itu pula dia mencapai ranking tertingginya sepanjang karier di peringkat tiga dunia. (irr)

Komentar

Berita Lainnya