oleh

Debat Kandidat Berlangsung Ketat

Tiga Paslon Adu Solusi Atasi Masalah Warga

MURATARA – KPUD Muratara laksanakan debat kandidat tertutup Pilkada Muratara, tahap ke II di stasion TVRI Kota Palembang. Pelaksanaan debat tersebut di kawal ketat pihak kepolisian dengan penerapan protokol kesehatan.

Senin (23/11) sekitar pukul 15.00 WIB, terlihat sejumlah peserta debat kandidat sudah mulai mendatangi lokasi yang sudah ditentukan penyelengara. Persisnya di jalan Pom IX, Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang.

Namun sejumah rombongan peserta hanya di izinkan yang mendapat undangan saja yang masuk ke dalam lokasi debat. Penyelenggara tidak menempatkan layar proyektor, seperti pelaksanaan debat sebelumnya. Lantaran penyelenggara memang tidak menyediakan fasilitas untuk kerumunan masa.

Sekitar pukul 16.03 WIB, acara debat di mulai, dengan tema stategi menyelesaikan masalah daerah sehingga maju aman dan damai. acara dibuka dengan penjabaran visi dan misi masing masing Paslon, Lalu dilanjutkan dengan pertanyaan acak dari panelis, dan dilanjutkan pertanyaan fanelis secara langsung ke Paslon,  fanelis menayakan solusi yang ditawarkan masing masing Paslon untuk menuntaskan masalah masyarakat di Muratara, dan terakhir pertanyaan dari paslon untuk paslon lainnya.

Foto : Zulkarnain/Sumeks.co

Setelah menjabarjarkan visi dan misi, Paslon No 1, H Devi Suhartoni-Ustad Innayatullah, menegaskan “Visi di misi mereka lebih fokus dengan program pro rakyat. Seperti peningkatan SDM, membangun infrastruktur dasar dan mengatasi masalah ekonomi dan kesejahteraan rakyat,” kata H Devi Suhartoni.

Sementara itu, Paslon No2 H Akis Ropi Ayub-Baikuni Anwar mengungkapkan, masih banyak permasalahan yang belum tuntas di Muratara. Seperti Bidang pendidikan secara kualitas masih sangat kurang, banyak guru dan minimnya ruang kelas serta peralatan penunjang lainnya, sepeti labolaturium dan komputer. Maupun di Bidang pelayanan kesehatan pelayanan lantaran peralatan yang minim.

“Kabupaten Muratara masih termiskin dan tertinggal. Kami akan membangun BLK sehingga SDM bisa bersaing dengan daerah lain, dan menyerap tenaga kerja lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Paslon No3 H Syarif Hidayat-Surian, mengungkapkan visi misi mereka sudah selaras dengan visi dan misi nasional. Seperti pembangunan infrastruktur dasar, jalan, jembatan, “listrik 100 persen masuk desa, insyaallah dalam waktu dekat sudah ada gardu induk dan tidak ada lagi byarpret di muratara. Visi misi kami sudah sesuai dengan nasional dna provinsi tinggal lanjutkan saja,” tegasnya.

Segmen II, pertanyaan acak dari panelis, mempertanyakan masalah strategi implementasi program visi misinya untuk meningkatkan kesejahtraan dalam kepemimpinan lima tahun ke depan terhadap Paslon No 1 H Devi-Ustad Innayatullah.

Pertanyaan ke Paslon No2 H Akis-Baikuni Anwar, mengenai langkah apa yang dilakukan, untuk mengatasi masalah Muratara termiskin, terbelakang dan IPM terendah. Dari sektor perkebunan, perikanan dan perasawahan.

Sedangkan untuk Paslon No3 H Syarif Hidayat ditanyakan masalah strategi yang dijalankan agar kehidupan beragama semakin harmonis dan rukun.

Di segmen ke III, panelis Prof Drs Sirozi, paslon 1, menanyakan selama ini ada kecendrungan kemiskinan diatasi dengan bansos bantuan instan. Banyak penelitian kemiskinan erat dengan tingkat pendidikan. Pendidikan perguruan tinggi bisa atasi maslah ini, bagaimana komitmen Paslon agar bisa mendirikan perguruan tinggi di Muratara.

H Devi Suhartoni menanggapi, universitas harga mati harus berdiri di Muratara, “90 persen warga tidak sekolah tinggi, kita sudah punya gedung AKN, saya akan kerjasama dengan Unsri, Kementerian pendidikan dan Gubernur untuk mendirikan universitas terbuka di Muratara,” tegasnya.

Sementara itu, Prof H Abdullah idi, mengungkapkan masalah infrastruktur dasar belum selesai, konflik sosial, tambang tradisional ilegal, pekerja terlantar, bagaimana upaya Paslon mengatasinya. Sementara itu, Paslon No2 H Akis Ropi ayub mengungkapkan dia sanggup menuntaskan pembangunan yang belum tubtas di Muratara, seperti jembatan Pulau Kidak, “Memang sengketa lahan SAD sudah lama, saya tahu persis dan dulu dipasilitasi Edi Prapowo DPR RI, tapi pemeintah saat ini tidak bisa melakukan eksekusi. Komitmen kami kalau tidak bisa membawa perubahan, dalam tiga tahun kami siap mundur,” tegasnya.

Sementara itu, panelis Yudha Mahrom, ada sebuah fenomena tambang ilegal di Muratara. disatu sisi warga butuh untuk hidup dengan kesejahteraan. Di satu sisi lagi warga dihadapkan sisi hukum yang mesti dihadapi. Dia menanykan lagkah apa, untuk mengatasi masalah itu.

Paslon No 3 H Syarif Hidayat menanggapi, kegiatan ilegal itu harus dihentikan. Katenakalau dibiarkan itu berbahaya, “tambang itu pernah kebakaran, saya takut itu mengandung gas beracun. Jadi kita tutup. Apa lagi Polsek dibelakang kantor koramil, kita tutup itu karena sangat bahaya,” tegasnya.

Lalu disegmen berikutnya, dilanjutkan dengan acara pertanyaan antara Paslon yang langsung ditanggapi oleh Paslon yang menanyankan. Acara debat akhirnya selesai sekitar pukul 18.00 WIB dengan ditutup, pesan masing maisng Paslon untuk mengajak masyarakat melakukan pemilihan di 9 Desember mendatang.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya