oleh

Deddy Corbuzier Raih 10 Juta Subcriber

PRESENTER dan Youtuber Deddy Corbuzier meraih mendapatkan penghargaan diamond play button dari Youtube atas capaian 10 juta subcriber.

Hingga Minggu (26/5/2020), ada 10,5 juta orang mengikuti channel Youtube milik tunangan Sabrina Chairrunnisa itu.

Deddy dan tim mengapresiasi penghargaan itu. Dia menyadari sejak awal berkecimpung di Youtube hingga ada ratusan konten, tak semuanya sesuai ekspektasi publik.

Namun, yang pasti, dia tak mengikuti arus yang lagi hits saat ini yang dilakukan para Youtuber, semisal nge-prank, bagi-bagi give away dan semacamnya.

Ya, Deddy lebih memilih konten sesuai keinginannya dengan mengundang figur berkompeten membahas satu kasus, atau mengupas kehidupan artis dan bahkan mengklarifikasi persoalan.

“Gue mau ngomong sama kalian semua, konten gua enggak 100 persen sesuai keinginan masyarakat. Enggak 100 persen mendidik. Tapi gue tahu konten gue 100 persen keinginan gue yang tujuannya positif dengan menjadi diri sendiri,” ungkapnya via akun Instagramnya.

“Saat semua buat prank, saya tidak lakukan. Saat semua give away, saya tidak, saat semua ngomong jangan lupa subscribe dan lain-lain gue enggak pernah sama sekali (seingat gua),” tegasnya.

Satu sisi, Deddy tak ingin menilai salah rekan Youtuber lainnya yang menghadirkan konten yang bisa disebut alay, karena itu pilihan.

“Salah enggak mereka yang buat konten alay, prank, give away, setingan mobil dan lain-lain? No. Enggak salah, hak mereka, mereka mau ngelakuinnya. Senang tidak mereka? Gue enggak tahu. Tapi banyak enggak yang nonton? Banget. Mereka tahu pasar mereka siapa, uangnya di sana, mereka jenius❗️ Ya udah,” bebernya.

“Sama seperti salah enggak orang kerja jadi badut Ancol? Enggak salah, menghibur, halal, dapat uang. Tapi ada enggak kalian yang cita citanya jadi badut Ancol? Mungkin ada, gua kagak,” sebutnya.

Deddy menyebut inti dari semuanya adalah melakukan sesuatu sesuai idealisme kita dan tetap bisa meraih keberhasilan. Dia sudah membuktikannya. “Bisa kok berhasil, asal tahu dan bagus banget kalian di bidang itu. Baik jadi yang pertama atau jadi yang terbaik, karena jika kalian tidak bisa, opsi lain adalah mengikuti yang sedang tren, pilihan ada di kalian,” papar ayah satu putra ini.

“Lebih dari 300 episode Podcast, dari orang-orang penting hingga pribadi yang unik, membuat saya banyak belajar bahwa manusia semuanya sama,” pungkasnya. (nin/pojoksatu)

 

Komentar

Berita Lainnya